Video game itu jangan dianggap sebagai cuma hiburan, tapi ini bisa merupakan ajang latihan soal strategi dan kepemimpinan. Saya ingin memberitahu kalau bermain video game ternyata bisa berkontribusi pada keahlian seseorang di dunia nyata. Ini merupakan rangkuman dari video William Collis yang berjudul How video game skills can get you ahead in life dan diolah dari berbagai sumber.

Mungkin mayoritas orang berpikir kalau video game hanya permainan belaka. Memang betul, awalnya video game di desain sebagai permainan yang bisa dinikmati segala usia. Namun seiring perkembangan jaman, video game tidak hanya dilihat sebagai hiburan. Tapi bagi segelintir orang, video game ini bisa jadi sebuah olahraga yang menantang.

Para pemain game profesional melihat game tidak hanya sebagai hiburan. Tapi mereka bisa menghabiskan puluhan bahkan ratusan jam untuk mengulik skills tersebut. Berlatih, menyusun strategi, hingga menyusun sebuah tim untuk memenangkan pertandingan. Kriteria untuk menjadi pemain game profesional juga tidak jauh berbeda dengan atlit profesional. Mereka butuh disiplin, kerja keras, punya keahlian teknis yang mumpuni, serta strategi untuk menang.

Hidup sudah jauh berubah. Di era sekarang, teknologi telah mengubah cara kita menjalani hidup. Mulai dari cara kita bekerja, hingga cara kita mencari pasangan. Kenapa hal yang sama tidak berlaku bagi dunia olahraga?
Pada tahun 2019, Lionel Messi merupakan atlit dengan bayaran termahal di dunia, senilai 1,5 triliun rupiah. Artinya hampir sekitar 28 miliar rupiah untuk setiap gol yang dicetak pada musim tersebut. Keahlian Messi yang sangat hebat membuatnya sangat dipuja oleh para fans dan juga sponsor.
Bukan hanya itu, mayoritas orang di dunia juga sangat suka dengan olahraga sepakbola. Olahraga ini menghubungkan berbagai generasi.

Kita bisa menikmati siaran sepakbola dengan kakek nenek, atau bahkan dengan cucu mereka. Namun William menyukai olahraga yang berbeda. Sejak kecil, dia menyukai video game dan terpukau atas strategi yang kompleks dan refleks revisi dari sebuah video game. Keahlian ini sama hebat dengan atlit lain yang ahli di bidangnya. Kecintaan William pada video game, tidak hanya dirinya seorang. Ratusan juta orang juga menonton perlombaan video game internasional.

Pemain video game pprofesional juga mendapatkan bayaran yang fantastis yaitu sekitar 210 miliar rupiah dari turnamen bergengsi seperti Dota Invitational. Kenapa pemain game internasional bisa dibayar semahal itu? Jawaban nya ya karena bermain game secara profesional itu butuh keahlian bukan hanya sekedar hiburan.

William membaginya menjadi 3 keahlian utama yang diperlukan seorang pemain game profesional.

Pertama, mechanical skill.
Sering sekali disebut sebagai mikro.
Keahlian mechanical berkaitan dengan keahlian mengaktifkan dan mengarahkan keahlian di dalam game dengan akuasi yang sempurna. Bisa diibaratkan keahlian ini seperti kamu sedang bermain piano. Ada ritme musik dan tempo yang harus sesuai. Sama halnya dengan reaksi kamu yang harus bisa pas dengan reaksi lawan.

Menariknya, pemain game profesional seringkali mengaktifkan puluhan tombol sekaligus, yang biasa dikenal sebagai action per minute. Sebagai gambaran, pemain game profesional bisa mencapai 300 APM atau 1 aksi setiap seperlima detik. Sedangkan aksi yang lebih kompleks, pemain profesional bisa mencapai 600 action per menit. Sehingga mereka bisa mengontrol satu pasukan dalam waktu yang sama. Ini bukan hal yang mudah.

Gambarannya sperti ini:
Bayangkan sebuah game klasik sperti super mario bros, tapi kamu tidak hanya mengontrol 1 mario. Sekarang ada 200 mario. Bukan hanya itu, kamu tidak hanya bermain dalam satu layar, tapi ada puluhan layar. Setiap layar berada pada level yang berbeda. Ditambah lagi, mario tidak hanya bisa lari atau melompat. Tapi punya berbagai kekuatan lain. Semuanya harus diaktifkan dalam waktu sekejap mata.

Kedua, strategic skill.
Atau yang sering kali disebut sebagai makro.
Ketika strategi berkaitan dengan taktik yang diambil pemain untuk bisa memenangkan sebuah pertempuran. Ini ibaratnya seseorang sedang bermain catur. Kamu harus merencanakan untuk menyerang, membalas serangan, dan menciptakan sebuah pertempuran yang menguntungkan diri kamu. Menariknya lagi, video game selalu berubah. Misalkan game seperti Fortnite, bisa memberikan update hampir setiap minggu. Kadang pembaruan itu tidak hanya membuat game menjadi lebih lancar. Tapi mereka juga memperkenalkan hero baru, keahlian baru, atau bahkan peta yang baru.

Perubahan yang terus menerus memaksa para pemain harus beradaptasi. Pemain profesional tidak hanya harus berlatih, tapi mereka harus jadi kreatif dan mencoba hal yang baru. Untuk membayangkan betapa sulitnya hal ini, mungkin kita bisa mengibaratkannya dengan pemain bola basket. Setiap beberapa minggu sekali aturan basket bisa saja berubah. Pemain diperbolehkan menggunakan strategi baru untuk menang.

Ketiga, kepemimpinan.
Atau bisa dikenal sebagai shot calling.
Terminologi ini ditujukan untuk seorang pemain yang tugasnya memberikan arahan dalam sebuah game. Para pemain biasanya selalu berkomunikasi secara private dengan rekan tim nya yang lain. Inilah yang membuat mereka bisa menyusun strategi agar bisa mengalahkan lawan. Posisi shot caller ini sangat krusial sebab orang ini bisa mengubah kondisi dalam permainan yang membantu timnya untuk menang. Di sisi lain apabila tidak optimal, maka hal ini bisa berujung pada kekalahan.

Keahlian ini boleh dibilang sama seperti keahlian pemimpin yang ada di eksekutif perusahaan atau kapten dalam sebuah tim. Ini merupakan keahlian untuk memanfaatkan peluang, membuat keputusan yang jelas, dan menginspirasi anggota lainnya untuk mengikuti apa yang dikatakan. Di luar semua itu, sayangnya masih banyak di luar sana yang menganggap bermain game dengan sebelah mata.

Kamu pasti pernah dong, ketika kamu kecil, kamu diomelin sama orang tua karena main game terus..
Kemudian diomelin : jangan main game terus di rumah, sana main pergi olahraga..
Tentunya olahraga itu penting, tapi kita tidak boleh menganggap kalau video game itu hanya permainan belaka. Video game ternyata bisa berguna bagi kehidupan seseorang. Itulah kenapa , seharusnya video game bisa mendapatkan tempat yang sama dengan atlit olahraga profesional. Karena ini bukan hanya sekedar hiburan. Tapi membutuhkan keahlian yang luar biasa untuk jadi pemenang.

Semoga bermanfaat.