Kalian pasti udah tau kan kalau harga emas pasti naik setiap tahun. Emas juga aset yang terbatas jumlahnya dan susah ditambang. Kalian juga pasti udah tau kalau emas adalah uang yang sebenarnya. Aset yang memiliki nilai sejak ribuan tahun yang lalu. Emas adalah satu kelas aset yang kita gunakan untuk melindungi kekayaan kita dari inflasi. Inflasi adalah berkurangnya nilai mata uang karena pemerintah mencetak uang terus. Tapi yang perlu digarisbawahi disini inflasi itu ga selamanya buruk kok. Inflasi juga adalah sebuah tanda bahwa ekonomi kita bertumbuh. Yang buruk adalah hyper inflasi yaitu inflasi yang terlalu berlebihan. Kelebihan akan sesuatu apapun itu pasti buruk.

Oke kalau ngomongin tentang nabung emas nih, sekarang kita punya banyak pilihan. Mulai dari emas fisik hingga emas digital. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Nah kali ini kita akan kupas satu-satu ya. Jadi nanti di akhir artikel kalian bisa memutuskan sendiri kira-kira kalian lebih cocok di emas digital atau emas fisik.

Jadi apa sih emas digital itu? Emas digital adalah satu kendaraan investasi emas tanpa berinvestasi pada emasnya langsung. Kita ga membeli emasnya, tapi kita membeli surat berharga yang di backup oleh emas. Yang paling umum adalah gold ETF. Emas digital dalam bentuk ETF ini sudah diregulasi oleh BAPPEBTI dan tetap aman meskipun kita tidak memegang emasnya secara langsung. Tentunya kita membeli dari platform yang sudah teregulasi resmi oleh OJK atau BAPPEBTI. Emas dalam bentuk ETF ini bisa diperdagangkan selayaknya saham dan juga likuid. ETF emas sendiri pertama kali diperdagangkan di Australia pada tahun 2003. Ada juga emas dalam bentuk kontrak berjangka. Dimana kita bisa memasang posisi long ataupun short dengan leverage. Nah mereka yang suka trading emas lebih banyak membeli emas dalam bentuk ini. Sekarang ada juga emas dalam bentuk stable coin dengan menggunakan platform crypto. Tapi saya sendiri lebih banyak membeli emas dalam bentuk ETF ataupun fisik. Karena kedua-duanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jadi apa kelebihan emas dalam bentuk ETF?
Yang pertama adalah aman. Tapi pastikan membeli di platform yang sudah teregulasi ya.
Yang kedua adalah likuid. Kita bisa jual beli emas kapanpun seperti saham.
Yang ketiga adalah kita bisa mulai dengan dana yang kecil. Karena bentuknya digital, kita bisa mulai berinvestasi emas mulai dari 0,001 gram. Artinya mulai dari 10 ribu rupiah saja kita bisa mulai investasi emas.
Yang keempat karena bentuknya digital tentu saja penyimpanannya mudah. Kita ga perlu bingung simpan emasnya dimana.
Yang kelima harga sesuai spot. Bebas dari biaya cetak ataupun PPN yang biasanya ada pada emas fisik.

Yang keenam portable dan mudah dibawa kemana-mana. Kita hanya perlu hp dan koneksi internet aja.
Yang ketujuh bisa ditransaksikan kapanpun.
Yang kedelapan adalah bebas tuyul hehe. Ini berlaku bagi yang suka lupaan ya kerjaannya. Nyimpen apapun selalu hilang dan hilang alias lupa nyimpennya dimana.
Namun kekurangan dari emas ETF adalah 1 yaitu tidak pegang fisiknya. Dan mungkin ada diantara kalian yang lebih suka dan lebih nyaman megang dalam bentuk fisik.

Kemudian gimana sih caranya kita beli emas digital?
Banyak ya untuk sekarang bisa beli emas digital. Baik di tokopedia, bukalapak, pluang, dll.

Jenis-jenis emas fisik.
Yang pertama ada perhiasan. Kalau saya pribadi, saya ga rekomen untuk investasi dalam bentuk emas perhiasan. Karena pada saat kita jual, tentu saja harganya lebih murah daripada emas fisik batangan. Juga kadarnya juga ga bisa 99,99% karena ada campuran lain berupa perak biasanya. Perhiasan dicampur dengan perak karena emas itu adalah logam yang lunak. Jadi perlu dicampur dengan logam lain agar emas bisa dicampur dengan perhiasan. Selain itu harga perhiasan di satu tempat dengan tempat lain bisa berbeda harganya.
Yang kedua adalah emas batang. Yang paling umum adalah logam mulia yang ditebitkan oleh antam. Selain paling umum juga dilengkapi oleh certicard pada keluaran terbarunya.
Certicard berbentuk seperti kemasan seukuran kartu kredit yang menjamin keaslian emas itu. Di bagian belakangnya ada barcode yang bisa kita scan. Untuk emas fisik, ga cuman antam aja ya tapi juga ada merk-merk lain.

Yang ketiga ada emas London. Yaitu emas import. Biasanya 1kg dan ada cap di bagian atasnya.
Yang keempat ada emas lokal. Yaitu potongan emas dari toko emas lokal. Bentuknya beragam, bisa kotak, pipih, lonjong, dll. Ya suka-suka toko emasnya sih. Keaslian emas hanya bisa dibuktikan dari nota yang diberikan oleh toko emas itu. Atau bisa juga dengan menggunakan beberapa metode yang ga dimengerti oleh orang awam. Misalkan dengan meneteskan cairan asam.

Kapan kita harus berinvestasi emas digital dan kapan kita harus berinvestasi emas fisik?
Kita beli emas fisik bila:
Pertama kita punya dana 100% dingin. Dan ga ada pengeluaran besar yang mengharuskan kita untuk menjual emas-emas kita.
Kedua kita beli emas fisik jika kita ingin investasi dengan jangka sangat amat panjang. Kalau perlu selamanya. Dan jangan lupa untuk menyimpannya di tempat yang aman ya teman-teman.
Ketiga kita beli emas fisik jika kita ingin membagi warisan secara adil untuk anak kita. Nah seringnya kan anak-anak bertengkar, berkelahi, bersengketa karena ngerasa pembagian warisan yang ga adil. Karena emas ini kan adalah uang yang sebenarnya, maka akan lebih baik jika kita membagi warisan dalam bentuk emas. Atau paling engga berdasarkan nilai emas. Karena 1 milyar rupiah di hari ini, tentu saja berbeda dengan 1 milyar di 5 ataupun 7 tahun ke depan.

Ini yang menyebabkan terkadang si adik bisa iri dengan si kakak. Tapi kalau kita menyimpan dalam bentuk emas, membagi sesuai dengan standart nilai emas, 100 gram emas di tahun ini, sama dengan 100 gram emas di 5 ataupun 7 tahun mendatang. Nilainya tetap sama. Misalkan nilai properti dulu beli di harga 500 juta rupiah, kemudian dijual kembali di harga 1 millyar, apakah profitnya 500 juta? Belum tentu ya, memang secara fiat atau secara rupiah seolah-olah profit. Tapi profit atau engga ditentukan oleh nilai tukar emas waktu beli dulu dibandingkan dengan waktu penjualan properti tersebut. Kalau dulu beli propertinya 500 juta rupiah sama dengan 1kg emas, dan saat saya jual 1 milyar rupiah sama dengan 1kg emas, ya artinya ga profit kan, apalagi setelah dipotong dengan fee, pajak, dll.

Kita perlu berinvestasi pada emas digital bila:
Pertama, kita berinvestasi jangka pendek ataupun jangka menengah. Jangan beli emas fisik, dan jangan tarik emas kalian dalam bentuk fisik bila kalian ga 100% ingin. Karena nanti kita akan kalah di biaya cetak dan PPN, yang mana akan membuat spread kita jadi lebih lebar. Jadi alternatif nya jika kalian ingin investasi jangka menengah maka kalian beli emas digital.
Kedua, bila kita ga ingin pusing dengan penyimpanannya. Jika kalian yang suka gampang lupa dan gampang ilang, nah kita bisa nabung dengan emas digital.

Jadi pilihan kamu emas fisik atau emas digital nih jadinya? Tulis di kolom komentar ya.

Image Designed by rawpixel.com / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *