Bayangkan kalian ada dalam 1 sistem sekolah. Di sekolah ada kelas-kelas, mulai dari kelas 1, kelas 2 hingga kelas 12. Apabila kalian ketinggalan resikonya adalah tinggal kelas. Raport kita adalah nilai pelajaran kita di sekolah. Dan tujuan akhir dari sekolah adalah kita bisa lulus sekolah. Setelah lulus sekolah, selamaaaattt!!! Kalian memasuki babak baru kehidupan. Dimana di dunia nyata ini kalian juga dibagi dalam kelas-kelas. Bedanya, raport kita adalah jumlah angka dalam rekening kita. Tujuan akhir kita adalah mencapai kelas setinggi mungkin. Tidak ada batas waktu kapan kita berada di satu kelas tertentu. Naik kelas, kita ga perlu menunggu jadwal kenaikan kelas. Di dunia nyata, kita bisa naik kelas ataupun turun kelas sewaktu-waktu. Ga ada persaingan antar temen sekelas disini. Yang ada, masing-masing teman sebisa mungkin saling bekerja sama agar bisa naik kelas bersama. Tidak ada juara kelas karena diatas langit masih ada langit.
Keputusan untuk puas dan tinggal di masing-masing kelas adalah keputusan masing-masing individu.

Kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih detil tentang masing-masing kelas. Dan bagaimana caranya agar kita bisa naik kelas. Bahkan ikut program kelas akselerasi finansial. Kita mulai dari kelas yang pertama ya.
Dan agar lebih mudah membayangkannya, maka kita panggil rekan kita bernama Budi. Kita panggil Budi sebagai contohnya ya.

Kelas yang pertama adalah financial dependent.
Dimana kita masih bergantung pada orang lain untuk seluruh aktivitas kita. Mungkin bergantung pada orang tua, saudara, yang intinya kita menggantungkan hidup kepada orang lain. Ga banyak hal yang bisa kita lakukan disini, karena hidup kita tergantung pada donasi dan kebaikan dari orang lain. Di level yang pertama ini kita belum mempunyai kemampuan untuk menghasilkan uang. Kita ambil contoh teman kita Budi ya. Budi baru lulus kuliah. Di posisi ini Budi masih mengandalkan kiriman orang tua, untuk melanjutkan hidup. Untuk naik ke kelas yang berikutnya, yang kalian dan Budi butuhkan, adalah action. Action buat kerja, kerja apa aja boleh karena di level ini, di kelas ini, yang paling penting adalah pengalaman.

Kelas yang kedua adalah financial solvency.
Di kelas ini kita bisa membayar atau mengatur seluruh hutang kita. Dan membayar biaya hidup kita sendiri tanpa bantuan orang lain, tapi yang pasti pas-pasan. Untuk naik kelas, kalian perlu belajar bagaimana cara mengatur keuangan. Bagaimana cara mengatur finansial sesuai dengan kebutuhan prioritas. Dan tentu saja belajar memanage hutang-hutang kita. Sebagai contoh, teman kita Budi akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan. Meskipun gajihnya pas-pasan. Tapi gapapa, yang penting punya pengalaman dan yang penting bisa menutup buat kebutuhan sehari-hari. Di kelas ini, penting bagi kita untuk bisa menemukan mentor yang baik untuk mengembangkan skill kita. Yang nantinya kita gunakan skill tersebut untuk bisa naik kelas.

Kelas yang ketiga adalah financial stability.
Berada di kelas ini artinya mempunyai pendapatan yang cukup stabil. Dan mempunyai sedikit tabungan untuk dana darurat. Kita ambil contoh teman kita Budi. Baru aja dapat promosi jabatan. Sekarang dia udah punya sedikit tabungan dan gajih yang lumayan besar untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya.

Kelas yang keempat adalah debt free.
Intinya kita bisa bebas hutang dari hutang yang konsumtif. Misalkan seperti pinjol, kartu kredit, KTA, dll. Hutang yang masih diperbolehkan di kelas ini adalah hutang KPR saja. Jadi kita berada di kelas ini ketika kita melunasi semua hutang kita dan hanya ada hutang KPR saja. Lagi-lagi Budi naik jabatan. Di level ini, temen kita Budi sudah menambah jumlah tabungannya dan melunasi seluruh hutang konsumtifnya. Hebat juga ya Budi bisa sampai ke level ini.

Kelas yang kelima adalah financial security.
Di kelas ini artinya kita bisa mempunyai skill yang bisa mempunyai pendapatan yang tinggi. Kita ga perlu kuatir lagi tentang bagaimana cara kita membayar biaya hidup kita. Dan di kelas ini kita mempunyai kemampuan untuk melakukan investasi yang lebih agresif. Tapi sayangnya kelas ini banyak jebatan batman nya. Banyak diantara kita yang terjebak di kelas ini, dan banyak juga yang ga bisa sampai ke kelas ini. Mengapa? Karena saat pendapatan kita naik, begitupula dengan lifestyle kita. Dulu yang biasa makan di rumah, masak sendiri sekarang harus masak di resto. Dulu ngopi di rumah bisa, sekarang mintanya kopi yang ada brand nya. Godaan di kelas ini banyak banget karena di kelas ini kita punya banyak sekali privilege yang dulu tidak kita dapatkan.

Misalkan seperti kartu kredit, cicilan 0%, promo makan di resto, dll. Syarat utama kalau kita mau naik kelas dari kelas financial security ini adalah dengan investasi lebih agresif dan menghasilkan lebih banyak lagi tanpa menaikkan gaya hidup. Bagaimana kabar Budi? Setelah punya cukup banyak tabungan, Budi memutuskan resign, dan memulai bisnis dengan beberapa kawan. Semoga bisnis Budi makin maju ya teman-teman. Di kelas 0-5 ini kalian masih ada dalam retrice. Misi kita adalah secepatnya keluar dari retrice. Bebas dari hutang dan tentu bebas dari retrice. Makanya di kelas ini adalah kelas jebakan batman. Retrice adalah sesuatu yang menggambarkan kehidupan seseorang belum mencapai financial independent. Kita harus bangun pagi, berangkat kerja, mendapatkan gaji, membayar cicilan, beli ini dan itu untuk kebutuhan hidup, dan mengulangi untuk 20-30 tahun lagi. Di akhir bulan sudah ga banyak lagi yang bisa kita tabung. Makanya disebut dengan Retrice karena seberapa keras kita bekerja kita ga akan pernah bisa keluar dari retrice. Kita harus think out of the box. Seperti yang sudah dilakukan oleh teman kita Budi.

Kelas yang keenam adalah financial independent.
Kalau kalian mencapai kelas ini, selamat ya saya ucapkan. Karena jarang sekali orang yang mencapai kelas financial independent. Bahkan bisa dibilang ga sampai 20% orang yang berhasil mencapai ke kelas ini. Di kelas ini, kita punya banyak sekali privilege. Di kelas ini kita punya kebebasan bekerja, dan kita kita punya kebebasan untuk melakukan pekerjaan yang lebih meaningfull dan mungkin bebas dari bos dan client yang menyebalkan. Kita bebas menentukan siapa saja yang bisa kita layani. Di kelas ini, kita bisa mempertahankan gaya hidup kita melalui investasi yang sudah kita lakukan. Meskipun tetap syaratnya sama seperti di kelas yang sebelumnya, yaitu ga menambah gaya hidup.

Artinya gaya hidup kita di kelas satu hingga kelas ini tetap harus sama. Masalahnya ga banyak orang yang bisa melakukannya. Makanya sedikit sekali orang yang berhasil masuk ke dalam kelas financial independent. Masuknya aja susah apalagi sampai naik kelas ke kelas yang berikutnya. Bagaimana dengan Budi? Ternyata bisnis nya maju pesat dan ia berhasil naik kelas ke kelas yang berikutnya.

Kelas yang ketujuh adalah financial freedom.
Di kelas ini, kita bisa menikmati semua yang kita dapat di kelas-kelas yang sebelumnya. Kita ga perlu lagi khawatir mengenai hidup kita karena sudah di cover oleh pendapatan pasif kita. Kita juga bisa mendapatkan semua yang kita inginkan. Mulai dari mobil mewah, rumah mewah dan juga liburan ke luar negri. Kita selalu punya cukup uang untuk melakukan apapun yang kita mau. Kita bisa dikatakan mencapai financial freedom apabila pengeluaran tahunan kita ga lebih dari 4% dari aset yang kita investasikan. Orang-orang banyak menyebutnya dengan 4% rule. Mudahnya, kita harus punya aset yang menghasilkan 25x dari pengeluaran tahunan kita.

Jadi misalkan pengeluaran bulanan kita 10 juta per bulan, maka mudahnya kita harus mempunyai aset sebesar 3M rupiah. Pertanyaannya adalah kapan kita mencapai ke level ini? Apakah pekerjaan kita saat ini memungkinkan kita untuk mencapai ke level itu? Dan apakah para senior kita ada yang sudah berhasil masuk ke kelas itu? Misalkan kalau kita berumur 30 tahun dan punya penghasilan 20 juta per bulan, kemudian kita menabung 10 juta per bulan secara rutin. Artinya kita membutuhkan waktu 11-12 tahun untuk mendapatkan tabungan senilai 3M. Dengan asumsi pertumbuhan 9% per tahun, dan peningkatan investasi rutin sebesar 5% setiap tahun. Perlu diperhatikan juga, 10 juta di 10 tahun mendatang nilainya kurang lebih sekitar 16 jutaan dengan asumsi inflasi sebesar 5% an setiap tahunnya.

Kalau kalian ingin lebih aman, kalian bisa gunakan 3% rule atau kita harus memiliki aset sebesar 33x dari pengeluaran tahunan kita. Dengan biaya bulanan yang dihitung pada masa pensiun kita. Maksudnya kalau pengeluaran kalian hari ini 10 juta, tentu saja pada masa pensiun kalian nilainya pasti lebih besar. Yang artinya untuk mencapai financial freedom, kalian membutuhkan waktu yang lebih lama lagi dan tabungan atau investasi yang lebih agresif. Intinya begini, kalau hari ini kalian ingin pensiun dengan pengeluaran bulanan 10 juta (pengeluaran tahunan 120 juta), kalian perlu dana sebesar 3,94 miliar. Dengan pengeluaran 16 juta (pengeluaran tahunan 192 juta) dengan memperhitungkan inflasi yang tadi, kalian perlu dana sebesar 6,33 miliar. Ini juga tidak memperhitungkan pengeluaran lain seperti untuk hal yang darurat ataupun rekreasi.

Kelas yang kedelapan adalah financial abundance.
Di kelas ini kita ga cuma mendapatkan semua yang kita impikan dan inginkan, tapi tabungan kita juga terus bertambah secara otomatis. Entah dari banyaknya pasif income yang kita hasilkan sehingga hasil pasif income tersebut ga habis kita pakai dan bisa kita investasikan kembali. Atau dari bisnis dan investasi yang sudah berjalan otomatis. Nah di kelas inilah seseorang mengatakan kekayaannya ga habis 7 turunan. Kalau berbicara angka sih mungkin agak sulit ya. Tapi ada teori yang mengatakan paling tidak kita harus punya 3-5x angka financial freedom kita. Di kelas inilah orang mulai berbicara punya banyak masalah karena punya banyak uang. Ya mungkin aja kelebihan akan sesuatu bisa menimbulkan masalah. Seperti kalau kita kebanyakan vitamin C kan juga tidak baik ya.

Kelas yang kesembilan adalah financial legacy.
Di kelas ini, kemampuan finansial kita dapat memberikan sumbang asih yang lebih baik pada dunia. Misalkan para orang-orang terkaya di dunia berhasil mengubah wajah dunia misalkan melalui peluncuran roket, satelit, membangun sekolah, memberi makan orang banyak, dll. Seperti Warren Buffet dan Bill Gates. Pada saat mereka meninggal nanti hampir seluruh kekayaannya disumbangkan kepada badan amal. Berhasil mencapai di kelas ini, artinya kalian ga sekedar asal kaya tapi juga bisa mengubah kehidupan orang lain. Dan nama kita bisa menjadi salah satu sejarah yang tidak terlupakan.

Nah kalian ada di kelas yang mana? Isi di kolom komentar ya.

Image Designed by rawpixel.com / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *