Disini kita akan belajar mengenai dividen saham. Apa itu dividen, cara menghitungnya dan bagaimana kita bisa tercatat sebagai penerima dividen dan juga beberapa tips terkait dividen.

Dividen adalah salah satu keuntungan yang bisa kita dapatkan di saham. Saat kita beli saham kita akan dapatkan kepemilikan pada suatu perusahaan. Jadi kita akan dapat pembagian keuntungan perusahaan yang disebut dividen. Jumlahnya akan ditentukan oleh direksi perusahaan dan disetujui oleh para pemegang saham. Misalkan Telkom pada tahun 2019 keuntungannya 18,66 triliun. Saat rapat umum pemegang saham, para pemegang saham setuju untuk membagikan 81,7% atau 15,26 triliun untuk jadi dividen yang akan diberikan kepada para pemegang saham. Uang tersebut dibagi rata per lembar saham. Berarti jumlah uang yang bisa kita dapat itu tergantung dari berapa lembar saham yang kita pegang.

Kalau di contoh Telkom, uang yang dibagikan 15,26 triliun, jumlah saham yang beredar adalah 99,5 miliar lembar saham. Berarti 15,26 triliun dibagi 99,5 miliar lembar saham yaitu hasilnya 154 rupiah per lembar saham. Yang artinya setiap lembar saham akan mendapatkan dividen 154 rupiah. Jadi kalau misalkan kita pegang 10 lot atau 1000 lembar, kita akan dapat 1000 x 154 = 154000.
Uangnya akan langsung ditransfer ke rekening RDN kita dan kitanya ga perlu ngapa-ngapain.

Nah untuk dicatat sebagai penerima dividen, ada 1 tanggal yang perlu kita perhatikan. Kalau kita masuk ke apps saham kita, biasanya akan ketemu 4 tanggal. Kita lihatnya di halaman corporate action. Ada cumulative date, ex date, recording date, dan payment date. Kita cuma perlu lihat cumulative date dan kita harus memastikan kalau kita sudah beli dan masih pegang sahamnya pada saat pasar tutup di tanggal itu. Harus pegang berapa lama? apakah harus pegang sahamnya setahun dulu? Engga kok. Mau beli jam 3 sore pegang sahamnya semenit itu juga gapapa. Asal kita masih pegang di hari akhir maka kita akan dapat dividen.
Kalau dijual juga di hari itu gimana? Ya ga dapet dong. Kalau dijual kan berarti kita ga pegang sahamnya. Kalau besoknya dijual? Nah itu masih tetap dapet dividen. Mau besoknya dijual pagi-pagi pun juga tetap dapet dividen karena itukan sudah 1 hari setelah cumulative date.
Berapa minimum lot yang kita harus pegang supaya dapat dividen? Pegang 1 lot aja kita udah dapet dividen kok.

Umumnya dividen dibagikan setahun sekali. Namun ada juga perusahaan yang membagikan dividen lebih dari sekali dalam setahun. Pembagiannya itu biasanya di awal tahun atau di tengah tahun. Itu dari keuntungan tahun sebelumnya. Untuk tanggal pastinya, tiap tahun akan berbeda. Biasanya ketahuan setelah rapat umum pemegang saham. Kita bisa tau tanggalnya dengan memantau media mengenai investasi misalkan kontan, cnbc dan bisnis indonesia.

Kemudian kita akan melihat 2 istilah penting terkait dividen. Pertama ada yang namanya dividen payout ratio. Ini memperlihatkan berapa besar porsi keuntungan yang dibagi menjadi dividen. Kalau kita pakai contoh Telkom tadi, keuntungannya kan 18,66 triliun lalu yang dibagi menjadi dividen itu 15,26 triliun. Berarti payout ratio nya adalah 15,26 triliun dibagi 18,66 triliun = 81,7%.
Pastinya kita pengen dapet dividen dari perusahaan yang payout ratio nya tinggi, karena berarti sebagian besar keuntungan tahunannya dibagikan ke pemegang saham.

Kemudian ada yang namanya dividen yield. Ini adalah dari dividen dibagi harga saham. Misalkan Telkom kan dividen nya 154, dipotong pajak jadi 138. Lalu setelah cumulated date harga sahamnya jadi 3050. Berarti dividen yield nya 138 dibagi 3050 = 4,5%.
Ini digunakan untuk mengetahui berapa keuntungan kita dari modal yang sudah kita keluarkan. Ini juga makin tinggi maka makin bagus. Angka dividen yield ini sering dipakai untuk membandingkan besarnya keuntungan dividen terhadap instrumen lain misalkan obligasi dan deposito.

Praktek membeli dividen:
Pertama adalah beli sahamnya.
Kedua adalah pastikan saat cumulative date kita masih pegang sahamnya.
Ketiga adalah uang dividen nya akan langsung masuk ke RDN.

Terakhir ada beberapa tips terkait dividen.
Pertama, kita harus mulai hafal saham-saham apa yang rutin bagi dividen karena ga semua perusahaan bagi dividen.
Kedua, ada yang namanya dividen trap.
Ketiga, hitung dividen dengan lebih teliti. Jangan meremehkan keuntungan dari dividen walaupun kecil namun bisa jadi lebih besar dibandingkan dengan deposito dan obligasi.

Image Designed by rawpixel.com / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *