Disini kita akan membahas beberapa hal mengenai saham gorengan yang baik kalian itu trader maupun investor harus ketahui.
Karena saham gorengan bisa memberikan keuntungan yang tinggi, tetapi juga bisa memberikan resiko yang tinggi.
Pertama-tama apa sih saham gorengan itu?
Kita tau, di pasar saham ketika suatu saham naik pasti ada 2 kriteria, yang pertama adalah saham tersebut memiliki kinerja yang baik, baik secara fundamental ataupun harga sekarang masih cukup murah. Sehingga investor melakukan investasi dengan membeli saham tersebut, dan yang kedua adalah saham yang tidak memiliki kinerja yang bagus tetapi harganya naik terus. Ko bisa? Orang sering menyebutnya sebagai saham yang sedang digoreng.

Nah saham gorengan itu sendiri adalah istilah yang bisa analogikan seperti gorengan yang biasa kita makan. Yang kita tau, gorengan ketika kita goreng lebih lama, ataupun kita goreng 2x biasanya akan terasa lebih enak maupun terasa lebih renyah. Tapi ingat dibalik itu juga bisa meningkatkan tingkat kolesterol. Hal ini sama persis di dunia investasi saham. Saham gorengan adalah saha suatu perusahaan yang nilai kenaikannya menjadi sangat luar biasa. Karena harga tersebut sudah direkayasa oleh pelaku pasar untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Umumnya saham gorengan berlaku untuk saham lapis ke 2 dan saham lapis ke 3. Atau second liner dan third liner. Mengapa? Karena saham lapis ke 2 dan ke 3 umumnya memiliki market cap yang lebih kecil. Tetapi bukan berarti saham first liner tidak bisa digoreng.

Ada indikasi saham first liner digoreng tetapi lebih jarang terjadi. Nah setelah kita sudah lebih mengenal apa sih istilah saham gorengan, mari kita cari tau bagaimana cara kerja dari saham gorengan ini. Seperti yang saya katakan tadi, ketika kita akan melakukan penggorengan saham, ada pelaku pasar yang ingin mengambil keuntungan dengan cara seperti yang pertama, pelaku pasar tersebut akan menebarkan isu-isu yang tidak sesuai. Dan isu-isu tersebut tentunya akan mengganggu psikologi para investor dan trader. Belum lagi jika pelaku pasar tersebut juga menyebutkan angka. Misalkan saham A akan naik 50%. Tetapi banyak juga dari mereka yang menggunakan momen-momen tertentu untuk menaikan suatu saham.

Misalkan contoh yang sudah terjadi kemarin-kemarin. Yaitu mergernya bank syariah indonesia. Tentu dong dengan adanya berita tersebut, semua bank syariah akan langsung terangkat naik. Meskipun ada bank-bank syariah yang tidak ada hubungannya dengan hal tersebut. Nah bisa saja pelaku pasar ini menggunakan momen tersebut untuk mempermainkan pergerakan harga saham.
Berikut beberapa indikasi dari saham gorengan.
Yang pertama yaitu market cap kecil.Kebanyakan emiten yang memiliki market cap kecil akan lebih mudah untuk menaik turun kan harga sahamnya.
Yang kedua adalah volatilitas yang mendadak tinggi. Ketika suatu saham yang sebelumnya jarang ditransaksikan, tiba-tiba transaksinya menjadi besar dan tidak stabil. Kalian harus mencurigai indikator ini juga ya.

Yang ketiga, kinerja dari suatu perusahaan tidak sesuai dengan perubahan harga sahamnya. Misalkan ketika kinerja perusahaan tersebut mendadak turun tapi di kondisi pasar harga sahamnya terus menerus naik. Kalian harus curigain hal itu ya.
Yang keempat, lebih baik menghindari suatu emiten yang sudah mempunyai Good Corporate Governance yang sudah pernah tercoreng.. Misalkan ketika suatu emiten sudah di suspend, suatu emiten yang sudah pernah kena UMA, atau bahkan yang paling parah sudah pernah ditandai notasi khusus oleh otoritas bursa.

Apakah suatu saham gorengan akan selalu buruk?
Jawabannya tergantung. Ketika suatu gorengan di goreng lagi atau digoreng lebih lama, dia akan menghasilkan hasil yang lebih renyah dan lebih enak. Hal ini sama dengan di dunia trading saham. Kalian bisa mendapatkan profit yang cukup tinggi, ketika kalian tepat dalam memilih saham gorengan. Tapi kalian juga harus memperhatikan beberapa hal ini ya, yang pertama kalian harus memperhatikan risk profile kalian. Tidak semua orang kuat melihat pergerakan harga dari saham gorengan. Jika kalian mempunyai risk profile yang cukup agresif, kalian boleh saja memasuki saham gorengan.

Yang kedua adalah manajemen keuangan, kalian harus bisa menentukan seberapa besar porsi kalian untuk masuk di suatu saham gorengan. Dan yang ketiga kalian harus sudah menyiapkan trading plan sebelum kalian masuk di saham tersebut. Karena dengan adanya trading plan , maka kita menjadi lebih terarah dalam membeli suatu saham gorengan.
Sudah siap cuan di saham gorengan?
Apa kalian tertarik di saham gorengan?
Atau kalian mending investasi yang aman-aman aja di first liner?
Tulis di kolom komentar ya.

Background photo created by denamorado – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *