Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan banyak sekali cerita dari teman-teman saya, ada yang menjual emasnya karena harga emas lagi tinggi, ada juga yang membeli emas karena harga emas sedang berkilau, dan ia memanfaatkan situasi ini. Tapi ada juga yang bercerita ia baru membeli sebuah properti murah. Nah kemudian sampailah kepada sebuah pertanyaan bagusan mana ya investasi emas atau properti? Nah disini saya akan membantu kalian untuk menemukan jawaban dari pertanyaan ini. Untuk menjawab pertanyaan ini biasanya para pakar akan menyajikan sebuah data yang berupa angka. Biasanya mereka membandingkan kenaikan harga emas dan kenaikan hagra properti di suatu tempat. Tapi seringkali angka ini bisa saja bias karena belum tentu semua orang membeli properti di lokasi yang bagus. Juga setiap orang pasti membeli properti dengan kondisi yang berbeda-beda. Maka dari itu disini saya akan membahasnya dari sisi yang lain yaitu dari sisi sejarah umat manusia sejak 2500 tahun yang lalu. Untuk memahami emas, kita harus tau dulu sejarah tentang emas dan uang. Maka dari itu artikel ini kita bagi dalam 3 bagian. Yang pertama adalah sejarah tentang uang, mata uang dan emas. Yang kedua adalah kelebihan dan kekurangan emas. Yang ketiga adalah properti.

Pertama, sekarang kita flashback kembali pada abad ke 5 sebelum masehi. Raja groceus dari lydia sekarang turki, memerintahkan untuk mencetak koin emas pertama di dunia. Perintah ini memulai masa untuk digunakannya emas sebagai alat untuk bertransaksi. Menggantikan sistem barter yang selama ini digunakan. Sebelum emas kekayaan seseorang ditentukan oleh jumlah ternak, biji-bijian, manik-manik bahkan biji cokelat. Barulah pada abad ke 7 dinasti tang di china mengenalkan uang kertas pertama. Uang kertas ini berfungsi sebagai jaminan bahwa kita memiliki sejumlah deposit emas. Tanpa perlu membawa emas itu kemana-mana. Uang kertas ini dapat ditukarkan dengan emas sungguhan. Suatu terobosan yang memudahkan pedagang pada era itu. Singkat cerita uang pada masa roma dan china adalah emas dan perak. Dan di masa modern, sebagian besar sistem keuangan negara-negara maju menggunakan sistem keuangan yang disebut dengan gold standard atau standart emas. Artinya hampir semua mata uang di dunia dipatok oleh emas.

Ketika negara-negara maju menerapkan gold standard, hampir tidak pernah terjadi yang namanya inflasi. Sepanjang masa gold standard, mata uang kita adalah uang riil yang bisa diverifikasi. Artinya ada emas sungguhan di kas negara untuk menyokongnya. Praktek emas standart ini berlaku selama ribuan tahun hingga masa modern. Pada tahun 1914 federal reserve beroperasi. Ini adalah lembaga swasta bukan pemerintah. yang berhak untuk mencetak dolar amerika. Dan pemerintah amerika harus mengembalikan dolar itu kepada federal reserve dengan bunga. Inilah alasan mengapa hutang amerika membengkak. Nah itu kan di amerika, bagaimana dengan indonesia? Apa hubungannya dengan kita?

Setelah perang dunia 1 amerika serikat memiliki sebagian besar emas di dunia. Di sisi lain sebagian besar negara eropa mempunyai pasokan besar dolar dan sedikit emas. Pada tahun 1930 62 cabang bank of US runtuh dan menyebabkan efek domino. 392 bank lainnya runtuh tabungan orang seumur hidup lenyap sekejap mata. Inggris raya gagal bayar dari standart nilai tukar emas. Di amerika bank hampir kehabisan koin emas. Pada tahun 1933 presiden rosevelt dilantik dan ia menandatangani instruksi presiden 6260 yang menuntut warga amerika untuk menyerahkan emas mereka kepada federal reserve dan ditukar dengan dolar. Sejak ditandatanganinya instruksi ini rakyat amerika dirampok habis-habisan. Dalam semalam mereka tidak boleh memiliki emas dan mereka yang menimbun emas akan dihukum penjara. Pada tahun 1944, amerika memiliki 2/3 cadangan emas di dunia. Perwakilan dari 44 negara bertemu di bretton woods dan memutuskan bahwa semua negara akan mematok mata uang mereka pada dolar amerika. Dan amerika membuat dolar bisa ditebus dengan emas sebesar 35 dolar per troy ons. Tapi pada tahun 1971, perjanjian bretton woods runtuh.

Presiden richard nixon memutuskan dolar amerika tidak bisa lagi dikonversikan oleh emas. Sejak tahun 1971, dolar tidak lagi disokong oleh emas. Sementara negara-negara lain beralih menggunakan dolar standart bukan gold standard karena mereka punya banyak sekali pasokan dolar dan sedikit pasokan emas. Sejak tahun 1971, semua mata uang di dunia adalah mata uang fiat. Mata uang yang tidak disokong oleh emas. Mata uang yang hanya berdasarkan kepercayaan. In God We Trust seperti tulisan pada mata uang dolar.

Emas adalah uang yang sebenarnya. Uang rakyat, uang yang diciptakan oleh alam semesta. Dan uang yang ditambang dari dalam perut bumi. Sementara mata uang adalah uang buatan, uang produksi pemerintah tertentu yang dapat digunakan sebagai transaksi. Mata uang fiat adalah uang buatan yang tidak disokong oleh emas. Uang buatan yang bisa dicetak sebanyak mungkin dari kertas dan komputer. Jadi sekarang kalian sudah tau apa perbedaan uang, mata uang dan mata uang fiat. Pada saat harga emas naik, bukan harga emas yang naik tapi nilai mata uang kita yang merosot dibandingkan dengan emas. Karena emas adalah uang yang sebenarnya. Banyak orang yang mengira mata uang adalah uang. Apa yang kita pegang sekarang, dolar, yuan, yen, rupiah, semuanya itu adalah mata uang. Yang berfungsi sebagai alat tukar dan transaksi. Bukan uang yang sebenarnya. Beda dengan mata uang. Uang selalu bisa digunakan untuk membeli barang-barang lain yang memiliki nilai. Namun mata uang tidak selalu berarti uang karena tidak memiliki nilai di dalamnya.

Kira-kira coba anda pikir berapa nilai asli produksi uang kertas ini? Sejarah membuktikan belum pernah ada mata uang fiat yang berhasil di muka bumi ini. Jadi kalau kalian membeli emas itu bukan investasi. Kalau kalian membeli emas, itu adalah proteksi. Itu adalah upaya kalian untuk melindungi aset kalian dari merosotnya nilai mata uang. Sementara investasi adalah upaya kita untuk bertumbuh dan mendapatkan profit. Seperti misalnya investasi pada saham, real estate, barang antik, dll.

Kedua, emas. Nah jadi apakah harga emas bisa turun? Dalam jangka pendek tentu saja bisa. Tapi dalam jangka panjang harga emas tidak akan pernah bisa turun bila dibandingkan dengan mata uang. Karena emas ini adalah uang yang sebenarnya. Mengapa harga emas makin mahal? Karena nilai mata uang yang terus merosot. Nah sekarang yu kita bahas emas dan properti jauh lebih dalam lagi.
Yang pertama, emas merupakan aset yang berwujud. Dan selama ribuan tahun membuktikan bahwa emas nilainya tidak pernah turun menjadi nol. Mata uang bisa saja suatu hari nilainya turun menjadi nol. Lihat saja apa yang terjadi di zimbabwe dan venezuela. Yang kedua, emas bisa dimiliki seutuhnya tanpa harus membayar pajak apapun. Beda dengan properti dimana kalian harus membayar PBB tiap tahun, pajak beli dan pajak ketika anda menjual. Emas adalah perlindungan atas aset kita pada saat terjadi kekacauan seperti perang ataupun bencana alam. Yang keempat, membeli emas tidak perlu skill khusus. Beda dengan properti. Properti kalian memerlukan skill untuk membeli. Yang kelima, emas tidak perlu perawatan. Properti pasti memerlukan perawatan, karena jika tidak dirawat sudah pasti rusak kecuali tanah. Yang keenam, emas adalah aset yang bebas sengketa. Jadi kalian ga perlu khawatir ketika membeli emas, kalian bisa membeli emas dimanapun. Yang ketujuh, emas adalah warisan bebas pajak. Beda dengan properti, properti adalah aset yang selalu berhubungan dengan legal. Dan ketika kita mendapatkan warisan dalam bentuk properti, maka kita perlu membayar yang namanya pajak waris. Yang kedelapan emas sangat likuid. Bisa dicairkan kapanpun kalian mau dan bisa dengan sangat mudah dipindahtangankan.

Ketiga, properti. Kelebihan properti yang pertama tentu saja bisa ber arus kas. Jadi properti bisa bekerja untuk kalian. Emas tidak bisa bekerja untuk kalian. Karena emas bukan investasi. Emas adalah proteksi. Kalian mendapatkan keuntungan atas emas ketika kalian menjualnya. Hanya berpeluang mendapatkan capital gain saja. Tapi ketika kalian sudah menjual emas, aset kalian yang dulunya terproteksi dalam bentuk emas, kini menjadi tidak terproteksi dan berisiko tergerus nilainya karena inflasi. Jadi kita harus cepat-cepat menukarkannya dengan aset baru yang dalam tanda kutip harganya lebih murah. Yang kedua properti tidak bisa dicuri. Kecuali terjadi pergantian sistem misalnya sistem negara berganti menjadi sitem kerajaan. Terjadi bencana alam seperti di lapindo. Tapi itu case nya kan sangat kecil sekali. Sementara emas, bisa saja suatu malam maling perampok masuk ke dalam rumah kita dan mengambil emas yang kita miliki. Yang ketiga properti bisa dibeli dengan harga dibawah pasar,, sementara emas tidak bisa dibeli dibawah harga pasar karena emas sangat likuid dan punya harga yang pasti harga yang fix. Yang keempat baik emas dan properti bisa dibeli dengan cara mencicil di bank. Tapi kenaikan harga properti hampir selalu bisa mengalahkan harga bunga bank. Selain itu properti juga bisa ber arus kas jadi properti bisa membayar dirinya sendiri. Yang kelima properti perlu perawatan. Bila properti tidak dirawat maka bisa menjadi liabilitas di neraca keuangan kalian. Yang keenam properti itu rawan sengketa. Terutama properti yang didapatkan dengan cara hibah ataupun waris. Jadi kalian harus sedikit paham tentang hukum dan legalitas properti.. Yang ketujuh properti selalu berkaitan dengan pajak. Ketika kita beli kita kena pajak beli. Ketika kita jual kita dikenai pajak jual. Belum lagi kalau kita membeli dari developer ada yang namanya BBN. Ketika kita memiliki properti ada yang namanya PBB yang harus dibayar setiap tahun. Yang kedelapan properti adalah aset yang tidak likuid. Tidak bisa mudah dicairkan ketika kalian membutuhkan dana darurat.

Makanya ada profesi yang namanya property agent. Tapi saya tidak pernah mendengar adanya profesi gold agent. Jadi kesimpulannya kalau kalian perlu proteksi atas inflasi, kalian bisa membeli emas. Tapi kalau kalian ingin investasi, growth dan mendapatkan profit yang pasti, kalian bisa memilih properti. Emas dan properti gabisa dibandingkan. Karena keduanya punya peranan yang berbeda. Yang 1 untuk proteksi yang 1 untuk investasi. Selain emas dan properti ada aset lain yang jauh lebih berharga. Yaitu adalah otak. Apa yang ada dalam pikiran kita. Seperti yang napoleon hill katakan : lebih banyak emas yang ditambang dari pikiran manusia daripada dari dalam perut bumi.

Image Designed by rawpixel.com / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *