Apakah kalian sudah punya tujuan hidup? Kira-kira apa ya tujuan hidup kalian? Baca dulu sampai habis ya, jadi kita tau apa sih tujuan hidup kita yang sebenarnya, karena 90% manusia tidak punya tujuan hidup loh. 90% orang di dunia ini ngertinya hanya sekolah, kuliah, kerja, menikah, punya anak, sakit setelah itu meninggal. Apa cuma sedangkal kehidupan kita di dunia ini. Padahal setiap dari kita itu diciptakan spesial dan punya tujuannya masing-masing. Pencipta kita sudah menaruh benihnya di hati setiap kita. Tugas kita adalah untuk menemukannya.

Kalau kita tidak punya tujuan hidup , hidup kita ini akan ditentukan oleh orang-orang yang memilihkan arah hidup kita. Yang mana orang-orang ini juga ga paham tujuan hidupnya sendiri. Bisa orang tua, guru atau saudara. Kalau kita menjalani hidup yang ga sesuai dengan benih tujuan hidup kita, spirit kita akan memberontak. Manifestasinya kita akan mudah breakout, depresi dan melampiaskan ke hal hal yang negatif. Meskipun sebenernya dalam kacamata orang lain itu kita sudah sukses dan berhasil. Makanya kita banyak melihat banyak orang yang sudah sukses, ujungnya malah merusak dirinya sendiri. Karena kesuksesannya itu bukan benar-benar yang ia inginkan. Mungkin saja ia hanya memenuhi harapan orang tuanya. Atau karena korban dogma dan pandangan masyarakat. Hari ini saya akan membantu kalian untuk menemukan tujuan hidup kalian.
Juga menjadi sukses dengan cara kita sendiri.

Kita akan menentukan filosofi hidup kita dengan filosofi jepang yaitu ikigai. Apa sih ikigai itu? Ikigai adalah alasan untuk kita bangun di pagi hari. Ikigai dalam bahasa jepang juga artinya alasan mengapa kita ada. Iki artinya kehidupan atau hidup. Dan gai artinya efek atau dampak. Jadi ikigai adalah memiliki kehidupan yang berharga dan berdampak. Punya alasan untuk tetap hidup. Kalau kamu mau hidup sukses, bebas finansial, bahagia dan berumur panjang, kamu harus menemukan ikigaimu. Bukan hidup yang berdasarkan semata-mata ekspektasi orang lain. Bukan pula hidup yang semata-mata hanya mengejar uang. Juga bukan hidup yang serba kekurangan. Jadi bagaimana cara kita menemukan ikigai kita?

Ikigai terdiri dari 4 lingkaran. Yaitu lingkaran minat, lingkaran bakat, lingkaran uang, dan lingkaran misi. Nah kita akan kupas satu persatu ya agar kita menemukan ikigai kita. Intinya kamu harus membuka 4 lingkaran ini. Dan ga boleh ada yang kurang satu aja. Mengapa? Terus baca ya..

Yang pertama kita mulai dari lingkaran minat. Ikigai dimulai dari menemukan sesuatu atau aktivitas yang kita sukai. Jadi ini pertanyaan yang harus kamu tanyakan ke diri kamu sendiri. Apa yang aku sukai? Aktivitas apa yang membuat saya paling enjoy? Sebenernya apa aja boleh sih, karena hampir semua aktivitas di masa kini bisa mendatangkan uang ataupun reward kalau kamu tau caranya. Mungkin menyanyi, mengcover lagu, menulis sesuatu, bermain game, banyak loh gamer gamer kaya di luar sana atau mungkin kamu juga bisa menjadi developer game. Ngeprank-in temen, boleh saja sih. Koleksi mainan terus di unboxing, bisa. Bagaimana kalau kita ikut tes mencari bakat saja. Ya boleh juga sih. Dengan bantuan tes minat dan bakat. Tapi bantuan tes minat dan bakat menurut saya sekarang sudah ga terlalu relevan dengan perkembangan di dunia saat ini. Pada saat tes minat dan bakat dibuat, pada jaman itu mereka belum mengalami aktivitas receh seperti main game, ngeprank-in temen, jalan-jalan ke tempat mistis, dll. Bisa menjadi sebuah profesi yang menghasilkan uang. Waktu itu variable nya memang belum ada.

Yang kedua, kita tambahkan lingkaran bakat. Nah setelah kita tahu apa yang kita sukai, kita harus menyadari talent kita. Menyadari bakat kita, mungkin bakat terpendam sesuatu yang kita dapat belajar lebih cepat daripada orang lain. Sesuatu yang kita bisa menjadi expert dalam bidang itu. Lingkaran minat dan lingkaran bakat kalau kita satukan, kita akan menemukan passion kita. Tapi passion bukan ikigai. Karena bekerja berdasarkan passion aja , ga berarti kita akan dibayar dengan layak, dan mungkin bukan itu yang dibutuhkan dunia. Tes minat dan bakat, ga menentukan ikigai kita. Kita sendiri punya tugas untuk menentukan dan menemukan ikigai kita. Mungkin saya bisa jadi pengacara expert tapi kemungkinan saya ga bisa berumur panjang. Nah penting untuk temen-temen yang masih muda, untuk mengambil gap year. Ya mungkin gap year ini ga populer di indonesia. Tapi gap year kita perlukan untuk menemukan minat dan bakat kita yang sebenarnya. Melalui berbagai macam pengalaman. Yang kita dapatkan di gap year kita. Jadi gap year kita jangan diisi dengan main game, dan tidur di kamar melulu. Tapi cobalah macam-macam hal , kalau kamu cuma tidur-tiduran aja, ya kamu ga menambah pengalaman apa-apa. Yang ada kamu malah menambah lemak dan berat badan. Di lingkaran ini tujuannya untuk menemukan keahlian dan expertis kita.

Yang ketiga, kita tambahkan lingkaran uang. Pastikan aktivitas yang kita sukai, aktivitas dimana kita punya expert dan talenta disana dapat memberikan kita reward ataupun uang yang layak. Kalau lingkaran expert kita digabungkan dengan lingkaran reward, kita akan menemukan profesi kita. Tapi profesi juga bukan ikigai. Meskipun mungkin kita bisa kaya raya disini. Tapi bukan ini yang kita cari. Bayangkan seorang dokter spesialis, yang sebenernya ga terlalu suka dengan pekerjaannya. Tapi karena dia sangat expert, dia dibayar mahal. Akhirnya dia merasa ga bahagia, ada yang kurang dalam hidupnya. Meskipun ia punya banyak uang. Ya sayangnya pendidikan kita hanya mengajarkan kita untuk menemuka profesi kita. Padahal, pendidikan yang sebenarnya harus bisa membimbing kita untuk bisa menemukan ikigai kita.

Yang keempat, adalah lingkaran apa yang dibutuhkan oleh dunia. Kalau sesuatu atau aktivitas yang kita sukai ternyata dibutuhkan oleh dunia, itu akan menjadi misi. Misi juga bukan ikigai. Dan mungkin kita ga akan dibayar dengan layak. Mungkin seorang misionaris yang hanya diberi imbalan pisang atau nangka saja. Sementara kalau kita punya sesuatu yang dibutuhkan oleh dunia, Dan kita dibayar dengan layak, itu hanya akan menjadi vocation. Contohnya seorang pemuka agama yang sangat terkenal mungkin, atau seorang pemenang nobel.

Nah kalau kita berhasil menyatukan 4 lingkaran ini, kita akan menemukan ikigai kita. Tujuan hidup kita yang sebenarnya.
Tapi bagaimana kalau lingkaran saya tidak lengkap?

Jadi untuk menemukan ikigai, kita harus menemukan keempatnya. Kita punya aktivitas atau pekerjaan yang disukai, dibutuhkan oleh banyak orang, dibayar dengan sangat amat layak, dan kita bisa menjadi expert di bidang itu. Jadi inget, kamu harus punya keempatnya. Kamu tidak bisa ketinggalan salah satunya. Contohnya misalkan kamu ketinggalan lingkaran uang, kamu mungkin merasa bahagia, bisa bekerja sesuai dengan passionmu, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia. Tapi kamu miskin dan ga punya uang. Mungkin kamu bisa membayangkan seorang bikku ya. Punya ketenangan batin, merasa bahagia tapi ga punya uang.

Kalau kamu ketinggalan lingkaran apa yang dibutuhkan oleh dunia. Kamu mungkin ngerasa ga puas karena kamu ngerasa gabisa melayani banyak orang. Kamu merasa tertolak, merasa ga berguna. Kalau kamu ketinggalan lingkaran apa yang kamu sukai, atau lingkaran minat, kamu akan merasa hampa. Merasa ga bahagia, meskipun kamu mempunyai banyak uang.
Kalau kamu ketinggalan lingkaran bakat, kamu akan merasa khawatir setiap hari. Merasa insecure karena kamu bekerja di bidang dimana kamu ga expert disana. Kamu akan lebih banyak memainkan cara-cara curang. Bayangkan orang yang mewarisi usaha dari orang tuanya. Tapi sebenernya dia ga ada bakat atau bahkan ga suka dengan jenis usahanya.

Bagaimana cara menemukan ikigai? Saran saya kamu ga usah terlalu terburu-buru menemukan ikigaimu. Terutama untuk kamu yang masih muda. Yang masih berumur dibawah 25 tahun ataupun 27 tahun. Kamu harus mencoba banyak hal. Kalau kamu ga pernah mencoba, bagaimana kamu bisa menemukan ikigaimu? Bagaimana kamu bisa mengetahui suatu bidang adalah passionmu, kalau kamu ga pernah mencoba?
Contohnya kamu tau Roger federer? Petenis profesional dari swiss ini mencoba berbagai jenis olahraga sebelum memutuskan olahraga tenis. Dia pernah mencoba ski, skateboard, batminton, dll. Intinya kita harus mau mencoba berbagai macam hal. Untuk menemukan passion, expertise, dan misi kita ini sebenernya apa sih.

Kalau kalian punya anak, tujuan kita ga hanya memberikan pendidikan yang terbaik, tapi juga membimbing untuk menemukan ikigai mereka. Kalau ada bapak ibu disini yang punya anak, generasi yang dilahirkan pada tahun 2000 an keatas, beri kesempatan pada mereka untuk menemukan ikigai mereka. Jadi apa ikigaimu? Kalau kamu sudah menemukannya tulis di kolom komentar ya.

Background photo created by freepik – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *