Hari ini saya mau bicara tentang hal yang paling sering banyak ditanyakan oleh rekan-rekan terutama yang masih pemula dalam dunia saham. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini, bagaimana kalau saya pasang order tapi kenapa ga selesai-selesai atau ga kebeli-beli sahamnya ya? Padahal harganya sudah sesuai dengan harga yang saat itu. Atau pertanyaan sebaliknya. Mau menjual saham , tapi kenapa ga laku-laku ya? Apa yang sebenarnya berlaku aturannya?
Nah disini saya akan menjelaskan apa itu bid dan offer dan bagaimana mekanisme sistem antriannya di dalam bid offer itu bekerja.

Anda bisa masuk ke akun sekuritas anda. Lalu anda lihat pada orderbook, di sebelah kiri ada bid, bid yang paling atas disebut best bid (bid yang terbaik), di sebelah kanan ada offer, offe yang paling atas disebut best offer (offer yang paling rendah), ketika para pembeli atau penjual memasang antrian order mereka di bid vol dan offer vol, itu adalah jumlah lot orang yang mau membeli dan menjual saham mereka. Sistemnya ini adalah sistem antrian. Jadi siapa yang cepat, dia akan dapat antrian duluan.

Kalau anda mengantri di harga bid, maka anda tidak akan langsung mendapatkan harga , karena harga bid itukan istilahnya harga penawaran dari pembeli. Tapi kalau anda mau langsung dapat barangnya atau sahamnya, anda bisa beli di harga offer. Karena harga offer itukan harga yang ditawarkan oleh orang-orang yang memiliki barang atau saham tersebut.
Bisa saja anda beli di harga bid, karena harga akan terus bergerak. Tapi kita tidak akan pernah tau dengan pasti apakah harga itu akan turun ke harga yang anda tawar, atau justru malah naik.
Itu adalah keputusan masing-masing orang ya.

Nah begitupun jika anda ingin menjual saham yang anda miliki. Anda bisa melakukan penawaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan best offer yang ada. Silahkan saja. Namun jika anda ingin langsung menjual barang atau saham anda, anda bisa memasukkan harga di harga bid offer yang paling atas. Itu akan langsung terjual. Namun jika anda yakin harga akan semakin naik, dan anda mau pasang harga penawaran yang lebih tinggi, ya berarti anda mengantri untuk menjual nya. Jadi anda tidak langsung bisa menjual saham anda, melainkan mengantri.

Namun yang harus diingat adalah harga terus bergerak baik semakin naik maupun semakin turun, tidak ada seorangpun yang bisa memastikan pergerakan saham ini sampai ke 100%. Namun kita dapat membuat trading plan atas setiap saham yang kita beli. Seperti yang sering saya sebutkan, sebelum membeli saham kita harus mempunyai trading plan yang jelas.

Image Designed by renata.s / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *