Beberapa orang terutama trader saham selalu mewajibkan cutloss jika saham yang dibeli mengalami penurunan. Yang lain menyarankan untuk menambah posisi di saat harga saham mengalami koreksi. Nah lalu mana yang benar?
Saya membahas ini karena banyak teman-teman yang masih salah pemahaman tentang apa yang harus dilakukan jika saham yang dibeli turun. Sebaiknya langsung cutloss atau tambah posisi. Lalu apa langkah terbaik yang seharusnya teman-teman lakukan? Jika saham yang dibeli turun sekian persen?

Pertama-tama adalah apa alasan kalian membeli saham tersebut? Apakah untuk jangka pendek, sekedar iseng-iseng cari momentum berita atau investasi? Jika saham tersebut untuk jangka pendek, maka langkah terbaik adalah cutloss. Saat di level stoploss yang sudah ditentukan sebelumnya, atau menggunakan patokan jual ketika saham tersebut turun diatas 5%. Jual rugi merupakan langkah yang tepat jika alasan teman-teman membeli saham hanya karena iseng-iseng sebelum suatu saat turun lebih dalam. Ceritanya lain jika kalian membeli saham untuk investasi jangka panjang. Biasanya kalian akan ikutan panik saat dengar banyak yang jual saham. Padahal orang-orang yang jual saham itu belum tentu juga memiliki tujuan yang sama untuk berinvestasi. Jika kalian sudah mantap dan yakin berinvestasi atau menabung pada saham tertentu, ketika saham tersebut turun, itu merupakan suatu kesempatan untuk membeli lebih banyak agar berada di bawah.

Kedua, saham apa yang dibeli? Ini juga menentukan langkah apa yang harus diambil saat turun, khususnya buat kalian yang masih awam di dunia saham. Saya beritahu bahwa tidak semua saham itu sama. Saat ini ada 700 lebih perusahaan yang sahamnya bisa dibeli di bursa efek. Tapi menurut saya kurang dari 10% saham yang bisa dibeli untuk kendaraan investasi jangka panjang. Sisanya untuk trading jangka pendek dan mainan para cukong atau insider. Lalu bagaimana agar tidak salah beli saham? Hal paling mudah adalah beli saja saham-saham bluechip, yang market cap atau kapitalisasinya setidaknya berada di 10 besar. Ibarat bingung mau makan di resto mana, pilih saja resto yang paling ramai. Cara lain adalah kalian bisa pilih saham-saham yang berada dalam LQ45, dan pilih saham yang paling kuat trade nya di Indonesia. Jadi jika saham yang dimiliki masuk kriteria diatas, saya sarankan untuk average down saat saham tersebut koreksi.

Semoga kalian bisa memiliki pemahaman ya ketika bingung saat saham turun harusnya cutloss atau average down. Kesimpulannya, jika itu trading atau jangka pendek maka harus cutloss. Namun jika itu investasi atau jangka panjang maka average down.
Semoga bermanfaat.

Image Designed by renata.s / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *