Kita akan bahas suatu materi yang sangat menarik, temanya yaitu saham turun terus sampai kapan, sekarang kita akan membahas cara membaca pasar akan berbalik arah.
Jadi kondisi paling frustasi adalah ketika harga mengalami penurunan, penurunan dan penurunan. Jadi pasar ini akan mengalami penurunan biasanya ketika sudah turun sekali. Dia akan turun lagi dan akan turun lagi. Tapi itu juga berlaku ketika pasar sedang berbalik arah. Sudah naik, kelihatannya sudah mahal, naik lagi, naik lagi dan naik lagi. Pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah kita harus melihat ini seperti apa? Hal pertama yang mencirikan seseorang bukan trader atau investor saham yang benar adalah pertanyaan yang begini, ini saham turunnya sampai kapan? saya sudah rugi banyak, kenapa pertanyaan ini membuat seseorang terasa salah?

Menurut saya loh, tidak ada satupun trader yang benar, bingung mencari pintu keluar, dalam keadaan benar dan salah. Artinya mereka sudah tau pintu keluar yang benar, dan tau pintu keluar yang salah. Jadi ini adalah suatu pesan yang harus kita terapkan dalam hidup kita kalau anda mau jadi seorang trader. Ketika anda sebelum pencet tombol buy, ketika anda tau ada satu posisi yang ingin anda beli, anda harus tau dimana exit ketika anda ruginya paling buruk dan exit ketika anda untungnya. Jadi ada namanya stop loss dan taking profit. Saya selalu berbicara mengenai trading plan. Ini adalah trading plan. Jangan ketika anda pencet, anda bingung, tapi sebelum anda pencet, anda sudah tau, ooooh ini adalah support nya, kalau ditembus, maka analisa saya salah. Karena apa? karena kita tau bahwa kita bisa benar dan juga bisa salah.

Tidak ada 1 investor benarpun demikian. Mereka tau bahwa harga saham saat ini turun adalah sebuah harga, bukan sebuah nilai dari perusahaan. Urusan apa turunnya harga, dengan nilai perusahaan yang ternyata biasa-biasa saja. Bahkan membaik? Maksudnya apa? Contoh gini, perusahaan masih beroperasi, karyawan masih jumlahnya sama, malahan baru beli mesin. Malahan baru menambah omzet untuk perusahaannya. Artinya perusahaannya maju. tapi dalam keadaan yang sedang buruk ataupun tidak kondusif, harga sahamnya bisa turun. Bisa saja. Yang berbeda adalah itu harga, sedangkan kondisi perusahaan beli mesin segalam macem itu adalah nilai perusahaan yang bisa kita lihat dari laporan keuangan.

Investor yang benar tidak akan bertanya ini saham turun terus, mau sampai kapan? Saya sudah rugi banyak. Investasi dilihat dari nilainya. Bukan dari naik turunnya harga. Berbeda dengan seorang trader, trader berbicara mengenai, kalau harga naik saya jual dalam keadaan untung. Ketika harga turun, saya tau sampai batas mana saya sebenarnya saya nyatakan diri saya salah. Ok, ini dia , nah jadi tolong dicatat.
Trader saham mengerti harga saham dan volume perdagangan.
Investor saham mengerti harga dari saham dan nilai dari perusahaan.
Mereka berbeda. Oke..

Mari kita berbicara mengenai trading saham. Ada ribuan cara mengetahui akhir dari sebuah trend penurunan. Dan disini saya akan pakai cara yang paling jadul, karena cara modern membutuhkan alat-alat keren dan ga cocok buat yang mentalnya gratisan hehe.
Ciri-ciri pasar mulai males turun lebih jauh, yaitu harganya turun, tapi transaksi makin dikit dan ini ada catatan dibawahnya , demikian juga pas naik.
Misalnya gini, bayangkan ada sebuah barang, dijual dengan harga 10 ribu. Ada yang beli. Banyak. Harga turun, yang beli makin banyak. Logikanya kan begitu ya.
Tapi yang lucu adalah ketika harganya turun, yang beli makin dikit. Turun lagi yang beli ga ada. Aneh kan? Ada kondisi begitu. Itulah kondisi yang disebut dengan kejenuhan pasar. Ketika sudah turun banyak, dan tidak ada lagi yang mau melakukan transaksi, maka ini adalah ciri-ciri pasar sudah males turun. Males turun itu adalah jenuh jual.

Salah satu indikator yang saya gunakan yaitu stochastic. Yaitu gambaran untuk menentukan gambaran jenuh jual dan jenuh beli. Caranya sangat gampang. Ketika harga naik, dan kita melihat stochastic berada di areal yang cukup tinggi, dan kalau stochastic ada di areal bawah maka ini adalah areal yang cukup rendah. semakin ke bawah berarti semakin jenuh jual. Semakin keatas berarti semakin jenuh beli. Sesimple itu. Jadi yang anda cari adalah 1 harga turun, volume turun dan mendekati support, setelah itu adalah tambahkan stochastic. Kalau stochasticnya bener-bener berada di bawah, berarti itu terkonfirmasi beberapa hal.

  1. Mendekati support, berarti ini adalah stoppan berikutnya.
  2. Harga sedang turun.
  3. Volume turun.
  4. Stochastic sudah ke bawah.
    Itulah ciri-ciri pasar sudah mau berbalik arah.

Bagaimana konfirmasi selanjutnya? Konfirmasi selanjutnya adalah cari reversal pattern. Reversal pattern itu ada banyak di dunia, saya menggunakan analisis yang paling klasik yaitu disebut dengan candle stick pattern.

Semoga bermanfaat ya.

Background photo created by freepik – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *