Kali ini aku mau bahas tentang reksadana. Mulai dari definisi, sampai keuntungan dan resiko apa aja sih yang mungkin kita dapetin kalau kita berinvestasi di reksadana. Semoga bisa bermanfaat ya.
Khususnya buat kamu yang baru aja mau berinvestasi di reksadana.

Apa sih reksadana itu? Jadi, reksadana itu adalah wadah untuk mengumpulkan dana para investor, yang akan dikelola oleh manager investasi dengan dialokasikan pada berbagai jenis instrumen investasi. Singkatnya sih, kamu dan segerombol investor lain minta bantuan manager investasi untuk mengelola aset investasi kamu. Reksadana ini sendiri terdiri dari berbagai jenis. Yang mana jenis reksadana itu ditentuin kemana uang tersebut diinvestasikan. Apa aja sih jenis-jenis reksadana yang umumnya tersedia? Kita bahas satu persatu ya.

Jenis yang pertama adalah reksadana pasar uang. Ini tuh produk reksadana yang sebagian besar dana kelolaannya itu dialokasikan ke instrumen pasar uang. Seperti deposito, sertifikat BI, dan obligasi yang masa jatuh temponya kurang dari setahun. Jadi, kalau kamu beli produk reksadana ini, manager investasi yang bersangkutan tuh akan menginvestasikan sebagian besar uang kamu ke deposito, Serifikat BI, atau obligasi yang masa jatuh temponya kurang dari setahun.

Jenis yang kedua yaitu reksadana pendapatan tetap. Reksadana ini tuh mengalokasikan sebagian besar dana kelolaannya ke obligasi atau surat hutang. Menurutku nih, kedua jenis reksadana tersebut tuh cocok banget buat investor yang mau main aman aja. Karena resikonya terbilang kecil. Bukan tanpa resiko ya. Karena setiap investasi itu punya resikonya masing-masing.

Jenis yang ketiga adalah reksadana saham. Sesuai namanya nih, reksadana ini tuh menginvestasikan sebagian besar dananya ke dalam bentuk saham gitu.

Yang terakhir adalah reksadana campuran. Kalau kamu nih, beli reksadana campuran, uang kamu itu akan diinvestasikan ke obligasi, deposito, saham, sertifikat BI, dll. Sesuai namanya, campuran. Nah tadi kan sudah disebutkan nih beberapa jenis reksadana. Walaupun nih uang kamu itu dikelola oleh manager investasi, tapi pada dasarnya kamu yang berhak buat milih investasi ke jenis reksadana apa. Para manager investasi ini tuh bisa dibilang cuma meracik gitu ya produk investasi reksadana untuk ditawarin kepada para investor. Atau mungkin ngasih rekomendasi gitu. Tapi keputusan investasinya itu tetap ada di tangan kamu. Oke sekarang kita coba bahas keuntungan dan resiko reksadana. Kita mulai dari keuntungan dulu ya.

Keuntungan yang pertama adalah capital gain atau istilah gampangnya sih untung gitu. Hal ini itu terjadi kalau NAB per unit atau harga per unit reksadana yang kita punya itu tuh naik. Jadi kita akan dapat keuntungan dari selisih harga per unit saat kita beli dan harga per unit saat kita jual. Nah untuk reksadana pasar uang dan pendapatan tetap, range return per tahun nya itu umumnya ada di 5-10 persen. Sementara nih, untuk reksadana campuran dan saham, return per tahunnya itu bisa mencapai puluhan persen. Tapi ingat, high risk, high return. Meskipun reksadana campuran dan reksadana saham itu bisa ngasih return sampai puluhan persen, resikonya ya tinggi juga gitu. Bisa rugi sampai puluhan persen juga. Oh iya keuntungan yang didapet dari reksadana saham ini tuh sudah kena pajak juga nih. Jadi keuntungan yang kamu dapet dari sini itu tidak akan dipotong pajak lagi.

Keuntungan yang kedua, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saat kita beli reksadana, uang kita kan akan dikelola oleh manager investasi yang seharusnya lebih ngerti dan berpengalaman di dunia investasi. Nah karena reksadana ini dikelola oleh orang yang profesional, bisa dibilang resikonya ini terbilang lebih kecil. Dibandingkan dengan investasi mandiri oleh orang awam yang pengetahuannya itu terbatas terkait instrumen investasi.

Keuntungan selanjutnya adalah diversifikasi. Pernah dengar tentang diversifikasi ga? Singkatnya, diversifikasi itu strategi berinvestasi dengan cara mengalokasikan dana ke beberapa instrumen investasi yang berbeda. Jadi ga cuma nyimpan di 1 instrumen investasi saja. Tujuan nya itu salah satunya untuk meminimalisir resiko. Jadi gini, sebetulnya produk investasi pada saham, obligasi, sertifikat BI sampai deposito itu bisa kita beli sendiri. Katakanlah kita punya waktu buat ngurusin aset investasi. Kalau gitu ngapain dong kita beli reksadana? Kenapa kita ga beli obligasi atau sahamnya langsung saja? Jadi gini, kalau kita masih punya keterbatasan dana, buat berinvestasi, salah satu kendala yang mungkin akan kita hadapi tuh diversifikasi. Intinya kita itu belum mampu berinvestasi di beberapa investasi yang berbeda sekaligus. Misalkan kita punya uang 3,5 juta. Itu tuh cuma cukup buat beli 1 lot sama BCA. Sementara kalau kita beli reksadana sebesar 3,5 juta, kita bisa punya saham BCA, BRI, bahkan obligasi dan deposito sekaligus gitu.

Keuntungan yang keempat yaitu bisa dibeli eceran. Seperti yang sudah kita tau nih, deposito itu kan ada minimum depositnya. Misalkan BCA, minimum depositnya itu 8 juta. Kalau mau dapat bunga deposito yang menarik, minimum deposit nya itu bisa miliaran gitu. Obligasi juga sama. Ada minimum pembelian. Seringnya sih 1 juta rupiah. Kalau mau beli saham, minimal belinya 100 lembar. Nah reksadana itu bisa dibeli dengan eceran dengan harga yang relatif murah. Bahkan ada juga platform yang nawarin investasi reksadana mulai dari 10 ribu aja. Nah lengkap kan ya, diversifikasinya oke, dan bisa dibeli eceran.

Keuntungan yang terakhir adalah likuid. Singkatnya sih reksadana ini tuh bisa diperjualbelikan kapanpun. Jadi kalau kamu mendadak butuh uang, reksadana kamu itu bisa langsung kamu cairkan. Beda sama deposito atau instrumen investasi lain yang punya tenggat waktu buat pencairannya. Misalkan obligasi nih, yang sebagian produknya ga bisa dicairkan begitu aja, perlu nunggu waktu jatuh tempo buat cairinnya. Oke deh itulah keuntungan-keuntungan yang mungkin kita dapatkan di reksadana. Tapi inget ya yang namanya investasi pasti ada resikonya juga.

Resikonya berinvestasi di reksadana itu salah satunya yaitu resiko gagal bayar, harga per unitnya itu turun puluhan persen dalam waktu singkat, sampai produk reksadana yang dilikuiditasi oleh OJK. Nanti aku bahas lebih lanjut ya. Jadi sering-sering cek website 1style.id ini

Image Designed by renata.s / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *