Kesempatan kali ini kita akan belajar formula kebebasan finansial.
Siapapun bisa bebas finansial. Mulai dari karyawan, dokter, wirausaha sekalipun. Semuanya punya kesempatan yang sama untuk bisa bebas finansial. Sekarang saya akan menjelaskan lebih detil bagaimana kita mendapatkan kebebasan finansial.
Pasti dong semua orang punya immpian untuk kebebasan finansial. Dan seringnya impian bebas secara finansial ini terdilusi dengan kata kaya. Untuk mendapatkan kebebasan finansial , kalian ga perlu kaya. Tapi karena banyak orang terdilusi dengan kata kata kaya, dan hanya fokus pada materi, akhirnya malah ga banyak orang yang bisa mencapai kebebasan finansial. Mengapa?
Karena gaya hidup yang jauh melebihi pendapatan.

Kita ga perlu mobil sport, rumah seperti istana, perjalanan first class, dll. Kaya dan bebas finansial itu berbeda. Kaya fokus pada materi dan apa yang ingin kita miliki. Tapi kebebasan finansial fokus pada kebiasaan dan gaya hidup kita. Sejak bertahun-tahun saya mencari sebuah formula untuk bisa bebas secara finansial. Formula yang masuk akal dan aplicable. Jadi kalau memang ada formula untuk bisa bebas secara finansial, saya mau tau. Kalian mau tau ga, apa formula untuk bebas secara finansial? Formula yang saya akan share kali ini, hanya bisa kalian dapatkan di seminar-seminar yang mahal. Itupun kalau ada, yang ada hanyalah bikin kita bangkrut. Hari ini saya akan bagikan gratis tanpa dipungut biaya apapun. Tapi saya hanya minta 1 hal dari kalian, tolong disebarkan kembali ke teman-teman lainnya ya..

Formula ini ada 3 variabel. Variabel yang pertama adalah pendapatan kita. Variabel kedua adalah biaya hidup kita. Nah seringnya, yang terjadi pada banyak orang, biaya hidup kita, jauh melebihi pendapatan kita. Kalau sudah seperti ini, ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan yang pertama, pendapatan kita memang kurang. Solusinya kita cari kendaraan baru. Kemungkinan yang kedua, karena biaya hidup yang terlalu tinggi. Bisa karena hidden cost kecil yang ga kita sadari. Seperti biaya transfer antar bank, bahan bakar kita yang boros karena mesin mobil yang bermasalah, annual fee kartu kredit, dll. Solusinya, kamu bisa temukan hidden cost tersebut dan meminimalisirnya. Kalau hidden cost itu disebabkan karena pekerjaan kita, mungkin kita harus mulai memikirkan pekerjaan baru. Misalnya pekerjaan kita menuntut perjalanan pulang kampung menggunakan pesawat yang biayanya ga ditanggung perusahaan, setelan jas yang mahal, bahan bakar, dll.

Mungkin kita perlu pekerjaan baru yang lebih dekat dengan tempat tinggal. Sehingga kita ga perlu makan di mall, mungkin yang bisa dikerjakan dari rumah, jadi kita ga perlu beli setelan jas yang mahal lagi. Atau kemungkinan ketiga yaitu lifestyle. Biaya hidup menjadi lebih tinggi karena kamu sok kaya, dan ga mau kalah dengan teman yang lainnya. Banyak diantara kita yang merasa masih produktif, punya pendapatan tinggi, merasa kaya, padahal itu semua palsu. Yang kita rasakan itu adalah karya semu. Misalkan hobi clubbing, nyicil mobil baru, gadget baru, tas bermerk yang merk nya aja kita ga bisa baca, liburan mewah dll. Solusinya ya kamu harus kurangi biaya hidup sok kaya kamu. Kita sebut bagian ini dengan kehidupan finansial orang sok kaya. Sebagian lagi orang seperti ini : menjaga pendapatan dan pengeluaran mempunyai porsi yang sama.

Mungkin terlihat ideal, tapi kita akan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Kita hanya bisa menjadi orang yang pas-pasan. Pas pengen beli HP ada, pas pengen liburan ada, atau kalau pas ada bonus, ada rejeki tambahan, ya kita pas pasin biar habis untuk kebutuhan konsumtif. Dan mungkin kita lupa kalau kita ini bisa tua, dan suatu hari nanti kita ga berpenghasilan. Tapi biaya hidup tetap, dan mungkin lebih tinggi karena inflasi. Kita sebut bagian finansial ini dengan kehidupan finansial orang yang pas-pasan. Jadi bagaimana dengan pola yang ideal? Kita buat variabel yang ketiga, yaitu pendapatan pasif. Pola yang ideal adalah seperti ini : Kita mendapatkan kebebasan finansial, ketika pendapatan pasif kita melebihi biaya hidup kita. Dan kita ga lagi memerlukan active income untuk menopang kebutuhan hidup kita. Inilah saat dimana kita sudah ga perlu lagi bekerja untuk uang. Tapi kita mendapatkan kesempatan, bekerja untuk misi kehidupan yang lebih besar.

Dititik ini kita bebas memilih bagaimana kita akan menjalani kehidupan, bebas memilih profesi sesuai passion dan panggilan kita yang sebenarnya. Sekarang, bagaimana cara mendapatkan penghasilan pasif? Salah satunya dengan pohon uang. Bayangkan kamu punya pohon uang dirumahmu, yang bisa kamu petik sewaktu-waktu. Mau makan tinggal petik, mau liburan tinggal petik, mau gadget baru tinggal petik. Tapi sebelum asal petik, lebih baik kita menjaga gaya hidup kita, agar ga sampai kebablasan. Bukannya menjadi orang yang bebas secara finansial, malah kita terdampar menjadi orang kaya palsu. Kita sebut bagian ini sebagai formula kebebasan finansial. Selamat saya ucapkan buat kalian, karena akhirnya kalian tahu, bagaimana formula untuk mencapai kebebasan finansial. Yang sebenernya sangat simpel sekali ya.

Tapi ada juga orang yang punya kehidupan finansial seperti ini : Awalnya semangat menabung, membeli aset, dll. Tapi di suatu titik menjadi jenuh dan off track, kembali lagi ke kebiasaan dan gaya hidup lama. Akhirnya membuatnya makin jauh dengan finansial freedomnya. Dan parahnya diulangi hingga berkali-kali. Hingga akhirnya kebebasan finansial ya tinggal impian yang runtuh. Karena kehabisan energi dan waktu. Kita sebut bagian finansial ini dengan kehidupan finansial orang bodoh. Bodoh kenapa? ya tahu formulanya, tapi ga dilakukan. Keledai aja ga akan jatuh ke lubang yang sama loh. Lah orang ini jatuh berkali-kali di lubang yang sama, bangkit tapi ga pernah belajar. Dari 4 bagian ini, kira-kira kalian masuk ke bagian yang mana? Tulis di kolom komentar ya.

Sekarang tantangannya adalah, bagaimana untuk mencapai di titik ini, titik kebebasan finansial dengan lebih cepat? Ingat, kita punya 3 variabel, yaitu pendapatan, biaya hidup dan pendapatan pasif. Yang pertama, untuk mempercepat mendapatkan kebebasan finansial kita, kita harus menambah pendapatan. Setelah pendapatanmu bertambah, jangan sampai gaya hidupmu bertambah. Hanya karena ingin mengasosiasikan dirimu dengan orang kaya. Banyak sekali loh, orang yang punya pendapatan tinggi, dari luar kelihatan kaya, tapi kondisi finansialnya malah jauh lebih buruk dibandingkan saat masih memiliki pendapatan pas pasan. Maka yang kedua, kita perlu mengurangi biaya hidup, misalnya mengurangi biaya-biaya tersembunyi seperti yang tadi di awal disebutkan. Atau bisa juga mendowngrade brand barang yang kita gunakan, tapi masih memiliki value yang sama.
Misal ya kita semua tahu, yang namanya ponsel, perlu kita upgrade beberapa tahun sekali. Alih-alih membeli apple, kita bisa menggunakan xiaomi. Jauh lebih murah tapi mempunyai value yang sama. Alih-alih menggunakan channel, kita menggunakan tas merk non premium, tapi mempunyai kualitas yang sama. Alih-alih mengendarai BMW, kita menggunakan inova saja. Karena biaya perawatan yang jauh lebih murah, dan nilai penyusutan yang masih jauh lebih baik dibandingkan mobil eropa.

Dalam kebanyakan kasus, kita bisa bangkrut hanya karena minded 1 merek tertentu yang overpriced. Lebih parahnya lagi, kita membeli bukan karena kita membeli value barang dan kegunaannya, tapi kita membeli status sosial. Kemudian yang terakhir, yaitu menambah penghasilan pasif kita. Kita bisa mulai menabung di saham, reksadana dll. Tau ga dengan 500 ribu saja, kita sudah bisa beli saham yang bagus, atau reksadana yang bisa membuat uang kita bertumbuh. Tapi sayangnya kebanyakan orang, lebih memilih gadget dan barang-barang lucu, daripada membeli saham. Padahal 500 ribu di masa kini, itu punya power 1,2 juta di masa depan loh. Kalau kita membelanjakan 500 ribu untuk sesuatu yang ga berarti, artinya kita kehilangan finansial power sebanyak 1,2 juta di masa depan. Ga banyak orang yang paham akan hal ini, meskipun sangat sederhana. Makanya yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya. Inilah yang dikatakan ayah kaya, orang kaya membeli aset, dan orang miskin membeli liabilitas atau sampah.

Semoga bermanfaat.

Image Designed by starline / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *