Halo semuanya..
Sebelum kita menikah, lebih baik kita memiliki dulu tempat tinggal. Tempat tinggal yang nyaman dan tempat tinggal yang punya nilai investasi yang baik. Rumah adalah pengeluaran terbesar kita sepanjang hidup. Jadi pastikan kita tidak salah pilih. Tapi kalau masih belum punya rencana untuk menikah, percaya gak, investasi atau punya rumah bisa menjadi salah satu leverage di mata camer teman-teman. Ga perlu banyak berbicara apa-apa. Cukup bilang saja, saya sudah punya rumah sendiri om. Pasti mereka akan welcome banget sama kamu.

Nah sekarang, kalau kamu mau membeli atau berinvestasi rumah pertama kamu, kamu harus simak dan ikuti langkah-langkah yang akan dibahas.

Yang pertama adalah memilih pengembang dan lokasi. Pilih pengembang perumahan yang terpercaya. Karena sekarang ada banyak sekali pengembang perumahan bodong. Ga punya modal, ga punya track record, bahkan ga punya lahan tapi berani memperkenalkan diri menjadi developer. Korbannya udah banyak banget. Jangan sampai kamu jadi salah satu korbannya. Salah satu pengembang terbesar dan terpercaya di Indonesia adalah Agung podomoro. Beberapa proyeknya sudah banyak kita kenal. Pengembang sangat penting, karena hanya pengembang yang terpercaya dan mempunyai sokongan dana yang kuat, yang dapat membangun sesuai janji di awal. Juga pengembang yang bagus akan selalu menaikkan harganya , agar harga secondary nya ga jatuh.

Kemudian tentang lokasi, kalau kalian mau membeli rumah atau properti, pilihlah di lokasi sunrise. Bukan di lokasi sunset. Lokasi sunrise maksudnya di lokasi yang masih punya momentum untuk mengalami kenaikan harga. Beberapa faktor yang dapat membuat sebuah lokasi menjadi lokasi sunrise adalah yang pertama, developer yang terpercaya. Yang kedua adalah future development. Perkembangan di masa depan, artinya lokasi tersebut sedang akan dikembangkan secara masif. dan harga saat ini masih murah.

Yang kedua, memberanikan diri. Membeli rumah adalah salah satu keputusan besar dalam hidup. Mengapa menjadi keputusan terbesar dalam hidup? Karena melibatkan uang yang sangat banyak. Bahkan mungkin ini adalah pengeluaran terbesar dalam hidup kita. Meskipun begitu kalian harus memberanikan diri. Karena percaya deh, kalian tidak akan pernah menyesal dalam membeli sebuah properti. Rumah ga seperti barang lainnya. Ga seperti gadget yang harganya bisa menjadi 0 beberapa tahun kemudian. Atau mobil yang harganya bisa turun, bahkan baru keluar dari dealer. Rumah pasti mengalami kenaikan harga. Kalian jangan mengira membeli rumah itu harus menyiapkan uang ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Membeli rumah itu kalian cuma menyiapkan DP dan berani mengambil keputusan. Satu keputusan yang ga akan membuat kalian menyesal. Asalkan kita memilih pengembang yang terpercaya di lokasi sunrise.

Yang ketiga, kamu harus bankable. Nah ini penting. Karena rumah boleh dibilang harganya cukup mahal, dan pendapatan kita mungkin pas-pasan. Jadi solusinya, kalau kita mau membeli rumah, kita harus bankable. Bankable artinya kalian dipercaya pihak bank untuk mendapat sejumlah pinjaman dalam pembelian rumah. Untuk bisa bankable kalian harus, yang pertama , menjaga nama baik di mata bank. Ga ada tunggakan apapun dan keterlambatan pembayaran hutang lainnya. Yang kedua, gaji atau pendapatan kalian harus tercatat di rekening bank. Sehingga bank dapat melakukan pembuktian terbalik dari gaji teman-teman. Yang ketiga, kalau kalian adalah pengusaha, lengkapi berkas-berkas usaha seperti surat ijin dan TDP, pembukuan, dll. yang keempat, jaga cash flow di rekening bank agar tetap lancar dan positif.

Yang keempat, beli rumah sesuai kemampuan. Tentu sudah pasti, kita semua punya impian untuk membeli rumah mewah. Punya arsitektur yang megah, taman luas, kolam renang. Ga salah kalau kita punya impian, ingin membeli rumah mewah. Tapi pikiran ini menjadi toxic apabila ternyata pikiran ini membuat kita menunda melakukan pembelian rumah. Hanya karena menginginkan membeli rumah impian kita. Yang mana terlalu jauh untuk dicapai. Saat saya pertama kali membeli rumah saat itu tahun 2014 saya membeli rumah pertama saya seharga 500 juta. Di tahun 2016 tetangga saya berhasil menjual rumah itu seharga 1,75 miliar. Kalau kalian menunda pembelian rumah, percaya deh. Kenaikan gaji kita ga akan bisa mengalahkan kenaikan harga properti. Utamanya properti di lokasi yang bagus. Jadi sementara kemampuan kita hanya segini, yang penting kita beli dulu. Pakai aja dulu, yang penting punya tempat tinggal dan ga ngontrak. Dan punya investasi yang harganya naik setiap tahun.

Yang kelima, kurangi lifestyle. Ya kita tahu, temen-temen milenial bukannya ga punya penghasilan tinggi. Saya tau banyak diantara kalian yang punya banyak penghasilan tinggi. Tapi yang membuat para milenial ini ga bisa membeli rumah adalah karena gaya hidup. Gaya hidupnya aja yang ketinggian. Banyak diantara temen-temen yang punya penghasilan tinggi. Tapi uangnya lari ga jelas kemana. Kebanyakan milenial, ngontrak rumah bukan karena mereka ga sanggup beli rumah. Padahal untuk membeli rumah, kita hanya perlu menyiapkan DP 10-20 persen saja. Bahkan bisa juga dimulai dengan mencicil DP ke developer. Ibarat kata kita menabung di developer. Tapi kebanyakan milenial, umumnya lebih suka membeli mobil dulu daripada beli rumah. Mengapa? ya karena membawa mobil itu lebih gaya. Bawa mobil baru itu kita merasa menjadi orang sukses. Padahal mobil itu adalah aset yang terdepresiasi. Aset yang menurun nilainya.

Misal kalian membeli mobil seharga 200 juta vs membeli rumah seharga 200 juta. Kalau kalian mencicil dengan Dp 10% selama 5 tahun, di tahun ke 5, mobil kalian hanya akan berharga 140 juta. Tapi total uang yang dikeluarkan sudah 240 juta termasuk bunga. Bagaimana kalau rumah? Di tahun ke 5, mungkin saja rumah kalian bisa menjadi 400 juta. Dan jumlah pembayaran yang kalian bayarkan belum lunas. Belum sampai lunas tapi asetnya sudah naik. Diam-diam aset kalian bertambah 200 juta tanpa kalian harus bekerja keras. Gimana… mau? Jadi yuk kurangi gaya hidup untuk membeli rumah pertama kita. Demi tempat tinggal untuk keluarga kita, dan investasi yang ga akan pernah rugi.

Berikutnya yang ke 6, pilih cicilan selama mungkin. Kalau teman-teman masih muda, berumur sekitar 30 an, dan kalian mau membeli rumah dengan cara KPR, kita lebih baik memilih KPR dengan jangka (tenor) yang paling panjang. Setahu saya, jangka KPR yang terpanjang itu 20-25 tahun. Mengapa? karena ini kesempatan seumur hidup. Ini adalah priviledge yang ga akan teman-teman dapatkan lagi. Karena usia maksimal berakhirnya KPR adalah maksimal 55 tahun. Jadi kalau kalian sudah berumur 40 atau 45 tahun, otomatis kalian tidak akan bisa mendapatkan priviledge ini lagi. Karena priviledge ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, kenapa ga kita ambil? Kedua karena kebutuhan hidup kita masih banyak, dan kita harus mengatur cashflow kita. Dan menabung untuk dana darurat apabila terjadi hal yang tidak diinginkan dalam hidup kita. Seperti bisnis yang ga jalan, atau dipecat dari perusahaan.

Yang ke 7, beli sebelum menikah. Keputusan membeli rumah, itu lebih cepat lebih baik. Selain karena harganya yang terus naik, tapi keputusan membeli rumah lebih baik dilakukan sebelum menikah. Mengapa? agar kita memiliki leverage di depan calon mertua. Seperti yang saya katakan di awal. Kedua agar kita ga terjebak dalam pengeluaran rumah tangga. Pengeluaran rumah tangga untuk kalian yang sudah menikah pasti sangat besar. Yang ketiga, adalah perkara legal dan sengketa harta gono gini. Karena rumah yang dibeli sebelum menikah, tidak dimasukkan ke dalam harta gono gini yang diperebutkan ketika kita mengalami perpecahan dalam rumah tangga. Itu dia 7 langkah dalam membeli rumah saat masih muda. Jangan takut untuk mengambil keputusan membeli rumah.

Semoga bermanfaat.

Background vector created by freepik – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *