Miskin adalah sebuah produk dari pikiran kita, mindset kita dan cara berpikir kita. Miskin adalah sebuah keadaan dimana pikiran kita terjebak dengan pola pikir yang tidak memberdayakan. Hari ini kita akan bongkar bagaimana caranya kita bisa keluar dari kemiskinan. Saya tidak bisa menjanjikan teman-teman bisa keluar dalam waktu singkat, tapi dengan keyakinan penuh, konsistensi, dan strategi yang benar, saya yakin temen-temen akan keluar dari kemiskinan dan bersyukur bertemu artikel ini dan baca hingga habis.

Pertama, kalau kamu mau keluar dari kemiskinan, kamu harus mengubah kosa katamu. Sebuah kata-kata adalah doa. Kalau temen-temen mau keluar dari kemiskinan, kalian harus menghapus kosa kata miskin. Kosa kata yang menyebabkan kita menjadi tidak berdaya. Diantaranya adalah kata “masalah”. Saya punya teman dalam 1 pertemuan selalu berbicara tentang masalah, masalah, masalah dan masalah. Seolah masalahnya ini ga pernah habis. Yang kedua, kosakata yang perlu kita hapus adalah “tidak bisa”. Ada seorang teman mengalami kesulitan, kemudian dikasih ide ini itu responnya ga bisa. Dikasih solusi seperti ini responnya waduh saya ga bisa. Dikasih kerjaan katanya gabisa. Disuruh belajar ga ada waktu. Terus bisanya apa dong? Jadi masuk akal ya, kalau orang ini terus miskin.
Kosakata berikutnya adalah “tidak punya uang”. Kalau kamu selalu bilang ga punya uang, kurang uang, uang habis, kamu sama dengan memprogram masa depan untuk ga punya uang, kekurangan uang, dan kehabisan uang. Karena inget, setiap kata adalah doa. Meskipun memang betul faktanya hari itu kamu lagi ga pegang uang. Tapi satu jam kemudian, besok, bulan depan, siapa yang tau kan? Berikutnya kosakata yang perlu kita hapus adalah “kerjaan sepi”. Ini adalah salah satu yang saya dapat dari orang tua saya jangan pernah mengatakan kerjaan kita sepi. Meskipun memang betul, faktanya saat itu pekerjaan kita sepi. Tapi kita harus yakini, kita harus imani, kerjaan kita ga sepi. kerjaan kita ramai. pelanggan kita banyak. produk kita habis. Kosakata miskin akan memprogram kamu jadi miskin juga.

Ubahlah kata kata dari : bos kita punya masalah, menjadi : bos kita punya tantangan. Dari gabisa jadi bagaimana caranya agar saya bisa. Dari kerjaan sepi, menjadi puji Tuhan ada aja berkat yang mengalir. Dari ga punya uang, sekarang menjadi belum punya uang. Tapi seperti yang kita bilang, besok atau bulan depan, ga ada yang tahu kan, semua tergantung dari bagaimana kita memprogram pikiran kita. Karena pikiran kita sendiri inilah yang memprogram kita punya uang atau engga. Jadi kita harus perhatikan kosa kata kita ya. Karena kata-kata kita ini adalah manifestasi kecil dari pikiran kita. Dan kalau itu sudah bermanifestasi dalam kata-kata, kita akan cepat atau lambat mengalaminya. Dan seringnya, karena kosakata kita negatif, kosakata kita kosakata miskin, yang kita tarik adalah kemiskinan, toko sepi, ga punya kerjaan, dll.

Kedua, jika kita ingin keluar dari kemiskinan, kita harus belajar skill baru.
Serinya, saat resolusi tahun baru, kita lebih banyak menginginkan barang baru. Kita lebih banyak ingin punya sesuatu dalam bentuk barang dibandingkan dalam bentuk skill. Misalkan punya resolusi ingin punya mobil baru, rumah baru, dan masih banyak lagi. Padahal, seharusnya setiap tahun, kita harus selalu menginstall skill baru agar kita selalu uptodate. Menginstall skill baru butuh usaha dan waktu, ga bisa ujug-ujug, ga bisa terburu-buru. Saat kita perlu skill nya, baru kita belajar, ya sudah terlambat. Sering saya katakan, skill dan pendapatan itu selalu berbandinglurus. kalau kamu mau pendapatanmu bertambah, ya tambah skillmu.

Ketiga, bergaul dengan elang. Elang yang saya maksud bukan yang ada di kebun binatang ya, tapi orang-orang yang punya mindset sukses, orang-orang yang punya mental pemenang. Elang di kondisi badai seperti apapun, tetaplah elang. Orang yang punya mindset pemenang, akan tetap jadi pemenang walaupun ada di dalam kondisi seburuk apapun. Sekarang kalau kamu mau jadi pemenang, kamu harus banyak bergaul dengan pemenang lainnya. Saya beritahu sebuah rahasia. Kemiskinan itu seperti pandemi. Kemiskinan itu menular. Menular dari cara berpikir, cara mengerjakan sesuatu, dan cara memainkan keadaan. Jadi carilah komunitas yang positif, bergaul lah dengan orang-orang yang punya mindset pemenang. Bergaulah dengan orang-orang yang pengen kamu jadi pemenang.

Keempat, kalau kamu mau keluar dari kemiskinan, kamu harus menyisihkan pendapatan. Nah ketika orang miskin punya uang, apa yang mereka lakukan? mereka akan belanja gila-gilaan. Hasrat untuk belanja yang selama ini terbendung sudah tidak bisa ditahan lagi. Dan kabar baiknya sekarang kita punya uang. Manifestasinya mereka akan belanjakan pada lifestyle, dan hobi yang makin lama makin mahal. Kita harus belajar dari kaum terkaya di dunia. Mereka mengajarkan pendidikan keuangan sejak kecil. Teori pendidikan keuangan yang paling terkenal yang digunakan adalah money jar atau toples keuangan. Kita membagi pendapatan pada 5 toples yang lebih kecil. Mereka membaginya menjadi 10% untuk persembahan kepada Tuhan, 10% untuk amal, 10% untuk ditabung, 20% untuk investasi, dan sisanya 50% boleh dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Jika masih tersisa maka boleh dipakai untuk hal-hal yang sifatnya rekreasi. Kapan-kapan akan saya bahas lebih detil ya tentang sistem ini.

Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah mendapatkan pendidikan keuangan sejak dini? Apakah kita sudah mengajarkan pendidikan keuangan kepada anak-anak kita? Kalau kita ga pernah memberikan pendidikan keuangan pada mereka, itu sama saja kita mendesain hidup mereka untuk menjadi miskin. Karena, miskin itu ga ada hubungannya dengan berapa banyak uang yang kita punya, atau berapa banyak warisan yang kita terima. Kaya atau miskin, itu ada pada mindset kita. Saya punya cerita ada teman yang tiba-tiba mendapatkan warisan sebanyak 20 miliar atau 30 miliar gitu kalau ga salah. Tapi dalam waktu 3 tahun, habis loh. Bahkan untuk beli bensin sepeda motor saja tidak ada. Setelah menerima warisan, ia menjadi orang miskin yang punya banyak uang.

Kelima, kita harus stop hutang buruk, dan mulai membeli aset. Hutang buruk adalah hutang yang dipakai untuk membeli liabilitas. Liabilitas bukan sesuatu yang memberikan kita return, atau penghasilan, tapi malah mengeluarkan uang dari dompet kita. Misalkan suka gunta ganti mobil, beli barang-barang yang tidak berfaedah, dll.

Keenam, punya impian dan rencana jangka panjang. Saya punya pertanyaan, 5 tahun dari sekarang, apa yang temen-temen lihat dalam kehidupan teman-teman? Apakah masih jalan ditempat? Berada di tempat yang sama? Atau teman-teman ada di tempat lain ? Lebih indah, lebih bagus, lebih mulia? Dibandingkan tempat kita. Kalau teman-teman mau berada di tempat yang jauh lebih baik, teman-teman harus berani untuk melangkah, ga asal melangkah ya. Kalian harus melangkah dengan rencana.
Pertama kalian harus melangkah dan tetapkan tujuan. Tanpa tujuan, kita akan jalan ditempat saja dan ga akan kemana-mana.

Ketujuh, action. Orang-orang kaya itu bukan cuma orang yang bisa bermimpi dan hanya bisa beretorika saja. Mereka adalah orang-orang yang berani take action. Meskipun ga pegang data 100%. Andaikan prajurit, mereka adalah prajurit yang berani mati. Yang berani maju berperang setelah melihat peluang yang ada. Contohnya misalkan Marcus Licinius Crassus. Seorang jendral yang akhirnya memenangkan peperangan melawan pemberontak spartacus setelah melihat peluang emas. Meskipun jumlah pasukannya lebih sedikit, tetapi Crassus berani action. Dan memporakporandakan pasukan pembrontak. Untuk menandakan perjalanannya, 6000 pasukan spartacus disalib sepanjang perjalanannya ke Roma. Orang yang berhasil adalah orang yang mau action. Sementara orang yang miskin adalah orang yang menunggu, menunggu dan menunggu. Sementara, peluang itu ga pernah menunggu kita. Seringnya, peluang orang miskin diambil oleh orang lain, orang yang berani menjadi do-er dan think action.

Kabar baiknya, kalau kalian berada dalam kondisi miskin, kalian bisa melakukan action semaksimal mungkin. Segila mungkin. Karena kemungkinannya hanya 2, yang pertama tetep miskin. Artinya kalian ga rugi apa-apa. yang kedua kemungkinannya kita bisa berhasil. Nah jadi kalian semua harus action. Kira-kira ada ide apa yang selama ini ada di pikiran teman-teman, tapi masih belum action.

Semoga bermanfaat.

Image Designed by starline / Freepik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *