Apakah anda sendiri adalah orang yang pernah dihinggapi rasa malas? Atau jangan-jangan anda adalah seorang pemalas? hehe
Anda sering mendengar kata-kata seperti ini? Tidak enak kan kalau kita diejek, dituduh, atau dituding seperti ini?
Sekarang pertanyaannya adalah anda harus tahu terlebih dahulu apakah definisi dari rasa malas?
Dan kenapa rasa malas tersebut menghinggapi kita?

Malas itu adalah sesuatu yang wajar. Malas itu adalah suatu cara kerja otak, cara kerja mindset. Karena apa? Kalau kita belajar dari salah satu guru motivator dunia, Anthony Robbins, dia berkata bahwa : Manusia akan bergerak maju, kalau ada 2 poin. Yang pertama adalah gain pleasure, yang kedua adalah avoid pain.

Maksud dari gain pleasure adalah manusia akan bergerak maju jika ada sesuatu yang merangsang dia dan menyenangkan dirinya. Maka akhirnya dapat membuat ia keluar dari rasa malasnya.
Dan yang kedua adalah avoid pain, yaitu menghindari rasa sakit. Dia menghindari hukuman. Dia menghina punishment. Hal inilah yang membuat manusia akhirnya “terpaksa keluar”. Ada kata “terpaksa” disini.

Kalau anda tidak punya dua poin ini, besar kemungkinan anda sudah dihinggapi rasa malas. Dan celakanya, banyak orang pemalas yang tidak sadar kalau dirinya adalah seorang pemalas. Nah disini saya akan membahas bagaimana cara mengatasi rasa malas.

Yang pertama, anda harus membuat target atau goals yang jelas. Kalau anda memiliki target yang jelas, niscaya anda tidak akan punya rasa malas. Contoh misalkan tahun ini target anda adalah memiliki motor. Anda buat resolusi. Targetnya jelas, maka anda akan bekerja mati-matian. Berjuang mati-matian untuk memiliki motor. Contoh lainnya, saya ingin lulus kuliah 8 semester. Ya itu umum sih 8 semester. Saya akan bergerak cepat supaya tidak membebani orang tua dengan biaya kuliah dan sebagainya.

Target ini jelas. Dan anda tidak akan bermalas-malasan kuliah. Tidak akan bermalas-malasan belajar. Contoh mungkin saat ini ada sedang berada di luar negri. Saya punya target, saya ingin mengumpulkan kekayaan sekian, supaya saya tidak perlu lagi bekerja di luar negri. Targetnya itu jelas, sehingga anda tidak punya lagi rasa malas.
Itulah cara kerja otak manusia.

Ketika anda punya target, anda sedang dirangsang. Contoh mudah lainnya misalkan besok anda ingin bangun pagi. Anda mau pergi ke luar kota. Mungkin biasanya anda bangun jam 8 atau 9 pagi. Tetapi ketika anda mau bangun pagi karena mau ke luar kota, maka anda sudah set target yang jelas. Saya besok pagi harus bangunnya jam 5 pagi.
Nah anda memberikan sebuah message ke dalam otak anda, saya harus bangun jam 5 pagi. Nah secara ga langsung , pikiran bawah sadar anda merekam bahwa besok pagi harus bangun jam 5. Goalnya jelas.

Targetnya jelas, akhirnya anda bisa bangun tepat waktu atau mungkin justru sebelum jam 5 pagi. Beda dengan targetnya ga jelas. Contoh saya akan berusaha bangun pagi pada esok hari. Atau saya membuat target pokonya saya ingin bangun pagi. Nah itu ga jelas, karena message yang dikirim ke otak tidak jelas. Target itu harus dibuat dengan jelas. Ada angkanya, ada waktunya, intinya anda harus buat target yang jelas. Niscaya rasa malas anda akan hilang.
Besar kemungkinan anda malas karena tidak punya target.

Nah yang kedua adalah anda harus punya yang namanya punishment, atau hukuman.
Tadi saya sudah membahasnya di awal. Manusia itu akan belajar jika besok ada ujian, itu wajar. Manusia itu akan bergerak karena dia takut dihukum. Manusia akan mentaati peraturan gurunya, karena takut dihukum. Sama juga dengan anda, anda besok harus masuk lebih awal, kalau tidak gaji anda akan dipotong. Itu adalah hukuman.

Atau anda harus disiplin waktu, karena apa? karena jika anda terlambat 5 menit, maka gaji anda akan dipotong denda. Akhirnya jika anda terbiasa terlambat, terbiasa malas, bangun siang, ataupun anda tidak bekerja mengejar target anda, besar kemungkinan karena anda tidak punya punishment. Jadi hukumannya itu seperti apa?

Kalau misalkan anda sudah tamat sekolah, berhenti bekerja, tamat kuliah dsb. Kemungkinan anda hari ini tidak punya goals lagi. Secepatnya anda harus mencari pekerjaan. Kalau anda tidak mempunyai goals lagi, besar kemungkinan anda akan dihinggapi rasa malas. Jika anda sudah dihinggapi rasa malas, bahaya. Karena tidak ada yang memberikan anda punishment.

Kalau misalkan hari ini anda tidak punya orang tua yang mensupport kondisi finansial anda. Anda ga punya orang tua yang menghidupi anda. Akhirnya, mau ga mau anda menghukum diri anda sendiri. Kalau saya ga bekerja, saya ga makan ya saya ga hidup. Akhirnya mungkin anda terpaksa harus bekerja. Kalau anda tidak mendapatkan pekerjaan layak, maka anda terpaksa harus bekerja apapun asalkan halal. Intinya anda akan keluar dari rasa malas. Karena apa? Rasa malas tidak akan membuat perut anda kenyang.
Rasa malas tidak membuat cicilan rumah anda jadi lunas. Rasa malas tidak membuat tabungan anda bertambah.
Rasa malas tidak membuat pekerjaan anda menjadi lebih baik.
Intinya, rasa malas bukan sebuah solusi. Jadi semua ini karena apa? Karena anda kurang punishment.

Nah yang ketiga adalah adanya reward. Atau hadiah. Biasanya manusia akan tergerak melakukan action jika ada hadiah. Contoh mungkin kita sering mendengar kata-kata ” Nak, kalau tahun ini kamu lulus sekolah, mama akan kasih kamu hadiah jalan-jalan ke jakarta “
Atau misalkan ” Kalau hari ini nilai kamu bagus, kamu akan saya ajak makan di restoran “
Itu adalah sebuah reward.

Ketika anda dijanjikan sebuah reward, akhirnya anda mau belajar. Seringkali, mungkin reward anda itu tidak jelas. Kalau anda bekerja reward nya ga jelas, besar kemungkinan anda akan malas. Anda tidak akan melakukan suatu kegiatan yang intinya membuat anda mau bergerak.
Oleh sebab itu, dengan 3 poin di atas, niscaya akan menjamin anda keluar dari zona malas anda.

Semoga bermanfaat

Background vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *