Akan ada 3 hal yang kalian dapatkan setelah membaca ini :

  1. Perbandingan antara KPR Konvensional dan KPR Syariah
  2. Pelunasan dipercepat KPR Syariah
  3. Tips melunasi KPR dengan lebih cepat

Tips pertama berguna bagi kalian yang mau ngambil KPR. Jadi yang masih nimbang-nimbang mau ngambil yang konvensional atau yang syariah. Ini penting banget ya karena 2 hal ini sangat berbeda. Kalau yang konvensional itu cicilannya terbagi 2 . Pertama ada pokok sama bunga, dan bunganya itu akan besar di awal tapi entar lama-lama menurun terus sampe akhirnya di bulan terakhir cicilan. Kalau kpr syariah, itu namanya pokok sama margin. Mereka ga nyebut bunga tapi nyebutnya margin. Itu akan sama terus, fix sampe bulan terakhir cicilan. Itu perbedaan pertama.

Perbedaan kedua, tadi kan sudah dijelaskan kalau konvensional itu bunga. Kalau syariah itu margin. Karena memang sistemnya beda. Kalau bank konvensional mereka nyebutnya bunga karena mereka memang melakukan pergerakan modal yang didapat dari semua nasabah, dan kalau misalnya ngomongin kpr itu kan fluktuatif, jadi makanya bunganya naik turun. Karena ada transaksi jual beli, perdagangan, yang kalau secara syariah itu dibilangnya riba.

Kalau syariah mereka non riba. Makanya istilahnya bagi hasil. artinya ga melihat dari market yang ada itu kaya gimana pergerakannya, itu ga dilihat. Jadi kalau misalnya ternyata dari pemerintah misalnya bunga bank yang konvensional tinggi itu tidak akan berdampak. Ya seegitu segitu aja terus cicilan kpr nya. Beda kalau misalnya konvensional. Kalau misalnya bunga dari pemerintahnya naik, mereka akan ngikutin. Jadi akan floating, akan meningkat rate bunganya. Makanya kalau misalnya kpr syariah itu berguna banget buat kalian yang pengen ada jaminan, biar aman setiap bulan segini misal cicilannya, jadi akhirnya kalian bisa nge-budgetin dari gaji bulanan, itu jadi yakin bisa bayar cicilannya.

Dibandingkan kalau misalnya dengan konvensional, Kalau misalkan kalian pertama dapet cicilannya sekian, tapi ternyata nanti meningkat-meningkat terus dan ga cukup dananya. Yang ada malah nanti ga bisa bayar. Itu makanya harus dipertimbangkan mau syariah atau konvensional.

Nah tapi kalau ngomongin buat pelunasan, menurut aku kpr konvensional itu lebih enak. Terutama kalau kalian misalnya punya income yang mungkin gaji bulanan ada tapi kalian bisa dapat bonus, komisi dan tambahan-tambahan di luar gaji bulanan kalian. Itu sebenernya enak banget kalau misalkan pilih kpr konvensional. Karena pelunasannya bisa dilakukan minimal kaya misal 6 bulan sekali. Jadi 6 bulan sekali kalian bisa lunasin pokoknya. Jadi bukan bayar cicilannya. Tapi bayarin pokoknya, otomatis nanti kan bunganya jadi makin lama makin kecil (akan dihitung ulang bunganya). Cicilannya juga makin lama makin kecil. Atau misalkan cicilan sama tapi jadi lebih cepat. Itu kira-kira perbedaan kpr konvensional dan syariah.

Kalau pelunasan dipercepat di kpr syariah. Ada yang ngambil kpr syariah, karena yang tadi dibilang, kpr syariah itu margin nya sama sampai lunas. Namun cicilannya akhirnya jauh lebih besar. jadi ya ada plus minusnya. Antara proporsi pokok dan margin sampai bulan terakhir cicilan itu yang standard, tapi kalau misalnya bank-bank syariah itu ada banyak model dan tipenya untuk yang namanya cicilan. Pelunasan dipercepat juga banyak modelnya. Contoh di mandiri syariah. Jadi dia ga ada yang modelnya fix terus. Bisa ngikutin dari kemampuan kita bayar cicilan. Itu dia bikin tiering, ada tingkatannya.

Tingkatannya itu, tahun pertama sampai tahun kedua beres , jadi 2 tahun pertama itu cicilan misal 4,2 juta perbulan. Udah gitu tahun ke 3 sampe tahun ke 5 itu naik jadi 4,6 juta per bulan. Terus dari tahun ke 6 sampe ke 15 itu naik lagi jadi 5,2 juta per bulan. Jadi kan tiering seperti itu jadi fix. Cuma kalau dari hitungan-hitungannya itu, dari tahun ke 1 sampe 5 tuh ada detail pokok dan marginnya. Ada semua di dokumen pada saat tanda tangan kpr nya. Semuanya sudah ada detail. Pas dihitung-hitung 5 tahun pertama itu cuma 100 jutaan doang. Ga gede lah bener-bener. Padahal kan kalau dihitung-hitung kan udah berapa ya cicilannya sampe tahun ke 5.

Terus kalau di compare ke bni syariah, mereka ga model tiering. Mereka modelnya fix. makanya syariah juga modelnya macem-macem ga sama seemua. Kalau yang muamalat syariah juga modelnya tiering.

Kalau ditotalin semuanya udah kaya 1M lebih (total cicilannya) dibanding harga rumahnya. Sayang banget kan kalau bisa dilunasin lebih cepet kan lumayan. Akhirnya compare-compare pelunasan diantara bank-bank ini. Nah kalau yang mandiri syariah pelunasannya ada 2 tipe. Pertama pelunasan sebagian sama pelunasan total. Tapi semuanya sama-sama mensyaratkan harus minimal 5 tahun dulu. 60 bulan. Nah kalau 60 bulan cicilan beres, baru bisa ngajuin pelunasan sebagian / total. kalau misalnya engga, maka akan kena penalty, nah penalty nya itu ga disebutin loh di awal perjanjian. Penalty nya itu mereka akan menghitung pada saat kita mau bilang pelunasannya dipercepat. Jadi kan kita ga tau ya berapa. Penalty nya itu biasanya gede banget dan bikin kita lebih rugi dibandingkan terusin nyicil sampe minimal 5 tahun. Bisa sampai 100 juta pokonya gede banget lah penalty yang diberikan bank syariah.

Jadi ya akhirnya sabar aja nunggu sampai 5 tahun. Nah makanya saran saya, kalian harus tau dulu pelunasan dipercepatnya seperti apa. Jangan sampe mikir sama aja kaya kpr konvensional. Karena kalau kpr konvensional itu rata-rata bisa di top up. Jadi misal cicilan udah berapa tahun tergantung perjanjian di awal. kita bisa top up itu 6 bulan sekali. Jadi top up pokoknya, pokoknya akan dikurangi. Lama-lama kan bunganya mengecil, dan biasanya ada 2 pilihan. Apa mau lama mencicilnya tetap tapi dari nilai cicilannya lebih kecil, atau cicilannya tetap tapi bulan nya yang dikurangi. Itu biasanya opsi-opsi kpr konvensional.

Kemudian tips untuk melunasi kpr agar lebih cepat.
Kalau misalkan kpr nya 15 tahun, kemudian pengen dilunasin 5 tahun . Gimana caranya bisa ngumpulin duit buat lunasin kpr. Karena misalkan sebenarnya pokoknya baru berkurang 100 jutaan. Jadi sisanya masih lumayan banyak. Tadi seperti yang disebutkan diatas, bagi yang masih kerja, dapat gaji bulanan, terus dapat THR. Itu ditabung. rutin nabung tiap bulan. Tiap bulan selain nyicil itu ditabung. Akhirnya tabungannya jadi lumayan banyak, terus bisa di depositokan. Bagi yang ga berani masukin ke saham atau reksadana bisa dimasukin ke deposito karena itu ga ada resiko ya bisa dibilang.

Flower photo created by kbza – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *