Hampir setiap hari kita itu mikirin cara untuk cari uang. Kita ngumpulin uang, berhemat, nabung dan ada sebagian uang yang kita investasikan. Tapi pernah kepikiran ga, emangnya berapa banyak sih uang yang harus kita kumpulkan sampai kita itu ga perlu kerja lagi seumur hidup? Menurut kamu berapa coba? 100 juta? 500 juta? 100 miliar? 10 miliar?

Terus nih, kalau kamu sudah berhasil mencapai target keuangan kamu itu, apa kamu yakin kalau uang segitu tuh bakal cukup dan ga akan habis sampai seumur hidup? Atau jangan-jangan cuma dalam waktu 5-10 tahun saja ternyata uang kamu itu sudah habis. Dan kamu terpaksa harus bekerja lagi. Ternyata, ada pendekatan yang bisa kita pakai, untuk memprediksi kira-kira berapa sih target uang yang harus kita kumpulkan.

Teorinya, kalau kita itu bisa mencapai target ini, dan gaya serta kebutuhan hidup kita ga berubah di masa depan, uang yang kita kumpulkan itu gak akan habis-habis sampai kita meninggal. Atau seengganya sampai 30 tahun ke depan. Salah satu pendekatan yang mau aku ceritain itu namanya 4% Rule.

4% rule itu adalah konsep hitungan dana pensiun, yang diteliti sama seorang financial advisor dari Amerika. Namanya adalah William Bengen di tahun 1994. Konsep ini tuh jadi populer setelah dipublikasikan dalam bentuk artikel.

Oke sebetulnya 4% rule itu apaan sih? Emang apa hubungannya sama dana pensiun? Jadi gini ceritanya, di Amerika itu kalau ada pensiunan yang baru banget berhenti kerja, biasanya mereka itu dapet uang pesangon yang lumayan besar. Belum lagi tabungan mereka selama puluhan tahun kerja juga biasanya lumayan banyak. Biasanya, para pensiunan di Amerika ini tuh konsultasi ke konsultan keuangan. Mereka itu kira-kira bertanya seperti ini : Dari total tabungan pensiun saya, berapa persen sih uang yang boleh saya ambil setiap tahun? Supaya uang yang saya punya itu bisa memenuhi kebutuhan saya sampai meninggal.

Nah untuk menghitung itu, William Bengen itu melakukan perhitungan simulasi pakai data dari masa lalu selama puluhan tahun ke belakang. Dia itu berhitung, berapa sih kira-kira imbal hasil investasi kalau misalkan semua dana pensiun itu kita investasiin. Berapa juga rata-rata inflasi atau penurunan daya beli uang kita selama sekian puluh tahun. Dia juga bikin simulasi berdasarkan angka harapan hidup manusia setelah pensiun dll. Singkat cerita, berdasarkan hasil simulasi Bengen di tahun 1994 Bengen itu menyimpulkan kalau seorang pensiunan itu idealnya cuma ngambil 4% saja dari total dana tabungan pensiun mereka. Buat memenuhi kebutuhan mereka selama 1 tahun, di tahun pertama pensiun. Terus pengambilan uang di tahun-tahun berikutnya itu menyesuaikan saja sama tingkat inflasi di tahun tersebut.

Aku mau ngasih contoh bentuk sederhana dari pendekatan perhitungan Bengen, jumlah tabungan pensiunan Pak Budi, yang sudah 30 tahun bekerja itu ada 2,5 miliar rupiah. Asumsinya ini pa budi ngambil 4% saja dari dana pensiun dia buat biaya hidup 1 tahun. terus sisa uangnya dia investasikan ke obligasi negara yang imbal hasilnya itu bisa mencapai 8,75% per tahun. Dari simulasi ini aku mengambil asumsi kalau inflasi setahun itu kira-kira di angka 3%an. Maksudnya apa nih sama inflasi?
Jadi gini

Daya beli uang itu kan akan terus berkurang, sesuai angka inflasi, nah penurunan daya beli ini tuh harus kita hitung juga. Berarti di tahun pertama pensiun 2,5 miliar itu dikurangi 4% dahulu. yaitu 100 juta. yang mana uangnya itu bakalan dipakai sama Pak Budi untuk kebutuhan hidup selama setahun ke depan. Sisanya kan jadi ada 2,4 miliar nih. Nah 2,4 miliar ini di investasikan ke obligasi negara dan bertumbuh menjadi 2,58 miliar di tahun ke 2. Loh ko jadi makin banyak ya modalnya di banding tahun pertama? eits jangan seneng dulu. Sekarang kita kurangi dulu daya beli ini dengan asumsi inflasi sebesar 3%. Terus dana penarikan di tahun ke 2 juga disesuaikan sama tingkat inflasi 3%. Jadinya di tahun ke 2 pak budi itu akan narik uang sebesar 103 juta. Terus berapa sih sisa uang pak budi di tahun ke 2? Ternyata, sisa uang pa budi di tahun ke 2 cuma berkurang 2 juta doang dibanding tahun pertama.

Kalau kita jalanin terus simulasi perhitungan seperti ini, dimana pak budi cuma ngambil 100 juta saja ditambah dengan inflasi 3% setiap tahunnya, terus dana pokoknya itu diinvestasikan lagi ke obligasi yang imbal hasilnya 8,5% per tahun. Di tahun ke 10 tanpa kerja dan berpenghasilan sama sekali, dana tabungan pa budi itu masih ada 2,25 miliar. Terus gimana di tahun ke 20? Masih ada sisa 1,5 miliar. Apa dana tabungan pa budi itu akan habis? Ya, dana tabungan pa budi itu akan habis di tahun ke 30. Tentunya, perhitungan ini tuh bentuk sederhana yang didasari oleh beberapa asumsi. Mulai dari asumsi inflasi yang sama setiap tahun. Lalu asumsi pa budi bisa menjaga gaya hidup dan pengeluarannya tetap stabil. Dengan asumsi imbal hasil obligasi negara itu tetap stabil selama 30 tahun ke depan dan ga ada fluktuasi harga obligasi.

Tapi walaupun perhitungan ini disederhanakan, semoga kamu jadi lebih gampang mengerti konsep besarnya seperti apa. Dengan simulasi seperti tadi seengganya kita jadi lebih punya gambaran. Kalau kita mau nargetin bisa pensiun seperti pa budi dan kita bisa berkomitmen buat jaga gaya hidup kita tetap stabil selama masa pensiun. Dalam kasus pa budi tadi, biaya hidup 100 juta itu kan setara dengan 4% dari total aset yang dibutuhkan. Kalau 100 juta itu setara dengan 4% , berarti untuk mencari 100% nya ya 2,5 miliar . Jadi kita bisa nargetin aset sebesar 2,5 miliar buat bisa pensiun tanpa perlu kerja lagi selama 30 tahun ke depan.

Kalau misalkan gaya hidup kamu lebih tinggi, katakanlah biaya hidup kamu itu 200 juta per tahun, ya tinggal dikalikan 25 saja jadi 5 miliar. Terus gimana nih kalau kita mau nargetin dana pensiun di masa depan? Katakanlah kita nargetin bisa mencapai daya beli 2,5 miliar ini di 20 tahun ke depan. Apa nilai uang 2,5 miliar itu bakalan sama atau setara di 2,5 miliar pada 20 tahun ke depan? Tentu saja beda. Soalnya kan kita menghadapi inflasi setiap tahun. Daya beli uang 100 ribu di tahun 2010 saja beda kan sama daya beli uang 100 ribu di tahun 2020 ini?

Nah kalau kita asumsikan inflasi itu 3%an per tahun, berarti uang 5 miliar yang kita targetin di tahun 2020 ini tuh kira-kira bakalan setara sama 4,5 miliar di tahun 2040. Dengan simulasi sebelumnya kalau kita berhasil ngumpulin 4,5 miliar di tahun 2040 uang itu ga akan habis sampai setidaknya sampai 30 tahun atau sampai tahun 2070. Kira-kira sampai disini ngerti kan ya?

Sebetulnya kita masih bisa main-main pake simulasi ini. Misalnya prinsip ngambil 4% nya kita ganti jadi 3% saja? Dengan cuma ngurangin gaya hidup, menjadi lebih berhemat, ternyata uangnya pak budi itu baru habis setelah 35 tahun kemudian. Tapi di sisi lain, kita harus mengevaluasi lebih jauh tentang asumsi-asumsi yang disebutkan sebelumnya. Tentu saja perhitungan ini versi sederhana banget. Karena tujuan aku itu ingin kamu paham dulu sama konteks besarnya. Dalam prakteknya , tentu saja tidak sesederhana itu. Soalnya, imbal hasil investasi itukan tidak sestabil itu, lalu tingkat inflasi juga bisa jadi naik turun tiap tahun. Belum lagi kebutuhan biaya hidup juga pastinya berubah-ubah.

Idealnya, menghitung dana pensiun itu memang pakai financial advisor. Dan mereka akan menghitung ini dengan jauh lebih detil. Mulai dari tingkat data inflasi. Alternatif inflasi sampai ke resikonya juga. Oh iya, dalam perhitungannya Bengen sendiri mencoba ngasih simulasi beberapa skenario. Berdasarkan data historis, misalkan orang yang pensiun di tahun 1920 dan ngikutin 4% rule. Dengan rata-rata return imbal hasil investasi 7,7% per tahun dan inflasi 3% . Ternyata tabungan pensiunnya tuh bisa bertahan selama 50 tahun. Tapi kalau misalkan orang itu baru pensiun di tahun 1966 , dan ngikutin 4% rule , ternyata uangnya cuma bisa bertahan selama 30 tahun doang.

Perbedaan itu dipicu sama tingkat inflasi dan fluktuasi harga pasar modal di Amerika. Bengen itu juga bikin simulasi kalau kita itu ngambil 5% per tahun dari tahun pertama, tabungan investasi kita hanya bisa bertahan selama 20 tahun. Dan kalau kita cuma ngambil 3% doang dari tabungan pensiun kita di tahun pertama, tabungan pensiun kita seengganya bakal bertahan selama 50 tahun.

Pertanyaannya sekarang, emangnya konsep 4% rule itu masih relevan dengan zaman sekarang? soalnya penelitian Bengen itu kan sudah lama banget dari 1994. Terus Bengen juga banyak ngambil dari data historis dari tahun 1920 an sampai 1970 an. Yang mana return investasi dan inflasi di range tahun tersebut itu memang beda banget sama sekarang. Tidak cuma itu saja, Bengen itu juga pakai asumsi investasi di bursa saham di obligasi amerika. Yang mungkin saja datanya itu bakalan beda banget sama negara lain. Selain itu kita juga harus tahu nih kalau spending habit manusia itu ga linear.

Di sisi lain, life expectancy, atau harapan hidup manusia itu semakin bertambah seiring dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya di Indonesia, di tahun 1994 angka harapan hidup kita itu ada di angka 63,92 tahun. Dan di tahun 2017 ini angka harapan hidup kita ada di angka 71,28 tahun. Selisihnya lumayan jauh ya. Cuma dalam waktu 23 tahun life expectancy di Indonesia itu naik sebesar 7 tahun. Nah dengan meningkatnya angka harapan hidup, artinya mungkin kita tuh bakal ngalamin masa pensiun yang lebih panjang. Dan tentu aja kebutuhan dana pensiun kita juga bakal makin besar. Apalagi kalau kamu mutusin untuk pensiun dini. Kebutuhan dananya bakalan lebih besar lagi.

Makanya ga sedikit juga financial advisor yang nilai kalau hasil penelitian Bangen itu udah ga bisa diikutin mentah-mentah lagi buat kondisi ekonomi dan pasar saham jaman sekarang. Terlepas dari banyaknya asumsi Bangen, yang mungkin udah ga relevan lagi di jaman sekarang, menurutku prinsip perhitungan 4% rule itu masih bisa kita ambil gagasan besarnya sebagai salah satu pendekatan untuk nentuin target finansial kita.

Nah misalnya kalau kamu mau pensiun di tahun ini, kira-kira kamu butuh uang berapa? Tulis di kolom komentar ya, pastinya setiap orang punya targetnya masing-masing. Sesuai sama gaya hidupnya. Buat kamu yang gaya hidupnya sederhana, mungkin ga perlu target yang terlalu tinggi supaya bisa bebas finansial. Tapi kalau misalkan gaya hidup kamu itu tinggi, tentunya target kamu juga akan lebih tinggi lagi, dari orang yang hidupnya sederhana.

Semoga bermanfaat ya.

Kalau ada pertanyaan tentang keuangan tulis di kolom komentar ya. Kita berdiskusi.

Flower photo created by kbza – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *