Pernahkah kamu terpikirkan memiliki income tanpa harus bekerja?
Pernahkah kamu membayangkan tidak akan pernah berfikir lagi tentang kekurangan uang?
Pernahkan kamu memikirkan bagaimana rasanya uang datang sendiri tanpa dicari?
Uang tidak tumbuh dari pohon. Tapi kita dapat mempunyai pohon uang. Apa benar pohon uang itu ada? Kesempatan kali ini kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Ada 2 tipe orang di dunia ini. Tipe yang pertama adalah orang yang mendapatkan pendapatan dari membangun pohon uang orang lain. Atau mendapatkan gaji. Tipe yang kedua adalah orang yang membangun pohon uangnya sendiri. 95% orang terperangkap menjadi tipe yang pertama. Memang tidak ada salahnya sih kalau kita mendapatkan penghasilan dari gaji.

Semua orang pasti mencari pendapatan untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarga. Yang membedakan antara tipe orang pertama dan kedua adalah mindsetnya. Mereka berdua di satu titik mungkin adalah orang yang mengalami masalah yang sama. Sama-sama perlu uang. Sama-sama kekurangan uang. Tapi ini yang membedakan : tipe pertama, tipe orang pada umumnya bekerja untuk memenuhi kebutuhannya saat ini. Tujuannya untuk menyelesaikan masalah keuangan jangka pendek. Hasil akhirnya kita semua tahu, jauh dari financial freedom. Kehidupan mereka hanya berakhir di kelas menengah. Sementara tipe kedua bekerja untuk masa depan. Tujuannya untuk menyelesaikan masalah keuangan di masa depan dan untuk selamanya.

Tipe ke dua inilah orang yang biasanya muncul sebagai orang kaya. Orang yang dapat menikmati dunia ini sebetulnya, atau orang yang biasa kita sebut mendapatkan financial freedom. Mereka bebas secara finansial bukan karena mendapatkan pendapatan dari gaji, tapi karena mereka menanam , membangun dan memelihara pohon uang mereka. Hingga suatu hari mereka tidak perlu lagi bekerja, karena pohon uang mereka sudah berbuah.

Kembali pada pertanyaan pertama, apakah pohon uang itu ada?
Jawabannya adalah ADA.
Kalau pohon uang itu ada saya mau beli dong?
Wow TIDAK BISA.
Karena tidak dijual hehehe.

Tapi kabar baiknya, semua orang punya benih pohon uang. Hanya kita nya saja yang tidak tahu bagaimana cara pakainya. Dan tidak semua orang mau berkomitmen mau membangun pohon uang mereka. Dan hari ini kita akan belajar bagaimana caranya kita menggunakan benih pohon uang itu.

Pohon uang dalam bahasa inggris yaitu Money Tree. Dan dalam setiap huruf Money Tree ini tersimpan benih pohon uang kita. Pertama adalah huruf M yaitu multiple streams of income. Ini artinya kamu punya pendapatan lain diluar pendapatan utama kamu. 95% orang hanya mengandalkan pemasukan dari 1 sumber saja. Resikonya ketika 1 sumber mampet. Habislah sudah. Sementara orang-orang kaya, diluar 95% tadi pasti punya sumber pendapatan lain di luar pendapatan utama. Sumber pendapatan lain menjamin keamanan kita di saat 1 sumber pendapatan kita mampet.

Kemudian O yang berarti outstanding. Kalau teman-teman mempunyai produk dan jasa yang berkualitas tinggi, orang-orang tidak akan mudah mencari produk subtitusinya. Kalau kamu memproduksi suatu produk, kamu harus berusaha mengembangkan produkmu jadi lebih baik daripada yang ada di pasar. Kalau teman-teman bekerja di bidang jasa, teman-teman harus selalu mengembangkan skill. Karena orang yang mempunyai skill dan kompetensi itu sangat jarang. Selain skill, kamu juga harus mempunyai karakter yang baik. Bisa dipercaya untuk mempunyai tanggungjawab yang lebih besar. Kalau skill dan kemampuan teman-teman biasa saja teman-teman akan tenggelam dalam kompetisi. Apalagi dalam era digital seperti ini. Tidak susah untuk mencari produk atau jasa yang menjadi subtitusi dari produk atau jasa kita.

Berikutnya huruf N yaitu nothing-down. Artinya sebisa mungkin kita membuat multiple streams of income tanpa modal. Misalnya kamu bisa menjadi dropshiper. Bekerja di website online seperti freelancer, yang penting teman-teman punya skill dan kemampuan serta kemauan yang kuat. Tahu tidak hanya sekedar menjadi pengisi suara saja di web freelance kamu dapat menghasilkan dollar. Atau kamu juga bisa mengikuti bisnis yang lebih konvensional seperti agen asuransi, MLM ataupun agen properti. Semuanya tanpa modal. Selain tanpa modal, kamu juga bisa dapat skill nya. Bahkan perusahaan-perusahaan besar yang kita kenal hari ini beberapa tidak menggunakan modal sama sekali untuk memulainya. Contohnya Facebook yang dimulai dari asrama mahasiswa. Air Asia yang dibeli dari perusahaan bangkrut senilai 1 ringgit. Shuterstock adalah sebuah pemrograman sendiri yang dimulai dari koleksi pribadinya.

Huruf berikutnya E yaitu employee resistant. Artinya sebisa mungkin usahamu menggunakan sedikit atau tanpa karyawan. Usaha yang padat karyawan akan lebih mudah collaps apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di pasar. Seperti resesi, kompetitor yang lebih baik atau pandemi seperti yang kita rasakan di tahun 2020 ini. Operasional terbesar dari suatu bisnis selain daripada sewa adalah gaji karyawan. Dengan menggunakan karyawan yang jauh lebih sedikit, kita bisa menghemat banyak sekali biaya. Selain itu kita juga terhindar dari karyawan-karyawan yang mempunyai sifat toxic dan mempunyai agenda untuk menghancurkan bisnis kita. Misalkan punya sifat mengadu domba antar anggota tim, atau bahkan fraud. Jadi tantangannya adalah mengurangi jumlah karyawan, bisa menggabungkan divisi yang sudah ada, mengeliminasi divisi yang tidak efektif, atau mengganti pekerjaan dengan sistem outsource dan robot yang bisa di otomatisasi. Di Hongkong sudah ada sebuah kafe yang karyawannya full robot tanpa ada orang yang mengawasi. Ini sudah bukan di masa depan lagi. Dan kini hampir di semua pekerjaan bisa di outsource bahkan bisa di outsource di luar negeri.

Huruf berikutnya Y yaitu yield. Artinya produk ataupun jasa kita, harus mempunyai omset besar atau mempunyai high profit margin. Salah satu strategi agar dapat menghasilkan profit adalah menjual dengan harga tinggi dan mengurangi biaya. Artinya teman-teman harus punya produk yang berkualitas tinggi dan mampu mengelola brand hingga brand kita naik. Serta program marketing berbiaya rendah dan hasil maksimal.

Huruf berikutnya T yaitu trend and timing. Artinya kita harus selalu melihat trend dan kapan kita harus keluar dan masuk di suatu bisnis. Jangan pernah melawan trend. Karena kita pasti akan dilibas habis. Untuk itu kamu perlu perhatikan beberapa hal ini : pertama adalah produk. Setiap produk ada masa hidupnya. Apalagi bisnis-bisnis yang mudah booming seperti franchise-franchise kekinian. Biasanya sebuah bisnis seperti itu hanya mempunyai masa hidup 3-5 tahun saja. Misalkan dulu pernah booming es krim korea. Kentang goreng dengan bumbu. Makaroni. Mie lidi. Booba dll. Kedua adalah cara membeli. Mungkin produknya sama, tapi mungkin kebiasaan dan cara membeli customer kita sudah berbeda. Contohnya orang tua saya dahulu mempunyai pabrik roti. Saat pertama kali membuat roti, dulu kami memasarkannya dengan menitipkan di toko/warung dan menggunakan karyawan untuk berkeliling ke kompleks perumahan. Kemudian lahirlah jaringan minimarket waralaba seperti indomaret dan alfamart. Kini ada perubahan orang dalam membeli produk. Mereka tidak lagi pergi ke toko kelontong. Tapi mereka membeli ke gerai waralaba tadi. Yang pasti sangat berdampak sekali bagi penjualan kami. Banyak toko kelontong tumbang begitupun dengan kami. Beberapa tahun kemudian orang-orang mulai bosan membeli roti di minimarket yang pilihannya hanya itu-itu saja. Kemudian lahirlah toko roti dengan konsep open kitchen. Brand seperti JCO mulai bermunculan. Kemudian orang menjadi bosan lagi membeli roti pada toko open kitchen. Maka brand brand besar tersebut mengubah dirinya menjadi konsep semi kafe. Selain itu orang-orang sekarang lebih suka beli produk rumahan yang dipasarkan melalui medsos dengan open PO. Jadi kita harus selalu mengamati trend. Kesalahan terbesar seorang wirausaha adalah merasa terlena ketika bisnis sudah berjalan. Sampai di 1 titik ia menyadari bahwa model bisnisnya sudah ketinggalan jaman.

Huruf berikutnya R yaitu residual. Artinya produk ataupun jasamu dapat menghasilkan uang tanpa perlu kita bekerja lagi. Jadi ada 2 jenis pendapatan yaitu linear income dan residual income. 95% orang hanya mempunyai linear income saja. Pendapatan yang didapatkan dari bekerja keras dan masih harus mengalahkan inflasi, pajak dll. Residual income adalah pendapatan yang kita dapatkan hanya dengan bekerja sekali saja dan kita dapat menghasilkan uang tanpa perlu bekerja lagi. Misalnya seperti menghasilkan uang dari deposito, mendapatkan penghasilan dari sewa properti, seorang penulis buku, penyanyi, pencipta lagu mereka mendapatkan royalti, agen asuransi mendapatkan income dari polis, pengusaha mendapatkan income dari cabang-cabang bisnisnya atau frenchise nya, game developer mendapatkan income dari penjualan item yang ada dalam game nya. Youtuber mendapatkan penghasilan dari adsense dll.

Yang berikutnya E adalah essensial . Pastikan jasa dan produk teman-teman produk dan jasa yang dicari oleh orang. Jadi kalian tidak perlu susah lagi mengedukasi calon customer.

Huruf E yang terakhir yaitu enthusiasm atau antusiasme. Seperti yang wilson katakan yaitu sukses adalah kegagalan demi kegagalan lain tanpa kehilangan rasa antusias. Kegagalan itu normal. Dari kegagalan kita bisa belajar. Justru orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak akan pernah bisa berhasil. Karena ia tidak pernah mencoba. Jadi apapun yang terjadi kalian jangan pernah sampai kehilangan antusiasme dan semangat. Karena antusiasme dan semangat itu adalah nutrisi untuk pohon uang kita. Supaya pohon uang kita dapat bertumbuh.

Untuk menerapkan formula Money Tree secara sepenuhnya, teman-teman harus mulai berpikir seperti seorang wirausaha bukan seperti seorang karyawan.

Semoga bermanfaat
Bagi yang membutuhkan aplikasi keuangan dan jasa perenccanaan keuangan bisa komen di bawah ya

Background photo created by denamorado – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *