Kalian penasaran ga sih dengan bedanya saham dengan reksadana saham? Sebenarnya mana sih yang lebih untung?

Kali ini akan saya coba rangkumin ya.

  1. Perbedaan antara saham dan reksadana saham
    Reksadana saham adalah 80% isinya saham dan 20% sisanya di pasar uang. Pasar uang ini isinya adalah surat utang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun dan juga deposito. Selain pasar uang boleh juga surat utang jangka panjang. Reksadana sendiri merupakan wadah dan pola pengelolaan dana atau modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Reksadana ini dikelola oleh manajer investasi. Jadi manajer investasi inilah yang akan mengelola uang kamu dan menginvestasikannya ke dalam instrumen investasi.
    Sedangkan saham merupakan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan sebuah perusahaan. Jadi kalau kamu punya saham bank BRI, berarti kamu adalah salah satu pemilik bank BRI.
  2. Bagaimana sih cara kerjanya?
    Untuk reksadana, cara kerja dan cara menghitung keuntungannya seperti ini: misalkan kamu mempunyai modal 1 juta. Lalu kamu beli di harga NAB 1000 / unit. Maka unit yang didapatkan adalah 1 juta dibagi 1000 hasilnya 1000 unit. Jadi kamu punya kepemilikan sebanyak 1000 unit. Kemudian 2 tahun kemudian kamu jual di harga NAB 1250 / unit. Maka uang yang didapatkan adalah 10 unit dikali 1250 / unit. Hasilnya adalah 1.250.000

Keuntungan investasi reksadana saham, Uang yang didapatkan saat menjual unit reksadana kamu tadi kan 1.250.000 , lalu modal waktu pertama kamu beli kan 1 juta ya, maka keuntungan kamu yaitu 250 ribu. Jadi sekitar 25% ya. Jadi dalam waktu 2 tahun itu kamu mendapatkan keuntungan sebesar 25%.

Kalau untuk saham, cara menghitungnya itu : misalkan kamu juga punya modal 1 juta. Kamu beli saham A 100 rupiah / lembar. Minimal beli 1 lot (100 lembar). Maka lot yang akan didapatkan adalah 1 juta dibagi 100 lembar dikali 100 rupiah. Berarti kamu punya 100 lot saham. 2 Tahun kemudian, kamu jual di harga 125 rupiah / lembar. Maka uang yang didapatkan adalah 100 lot dikali 100 lembar dikali 125 rupiah. Hasilnya yaitu 1.250.000

Uang yang didapatkan saat jual 1.250.000 . Modal kamu waktu pertama 1 juta. Maka keuntungannya 250 ribu . Jadi keuntungannya yaitu 25%.

  1. Berapa sih modal awal yang dibutuhkan untuk memulai investasi?
    Sebenarnya, kamu bisa melakukan investasi reksadana saham dengan modal mulai dari 100 ribu aja loh. Untuk investasi saham juga sebenarnya kamu bisa memulainya dari 100 ribu ya. Tapi menurut saya sih itu kurang ya, karena ga banyak saham bagus yang bisa kamu dapatkan dengan modal hanya 100 ribu aja. Coba kamu bisa masukkan dana 500 ribu. Supaya pilihan sahamnya menjadi lebih banyak.
  2. Bagaimana sih memilih reksadana saham dan juga saham dengan tepat ya?
    Untuk pemula, sebaiknya kamu memilih reksadana saham berdasarkan return masa lalu. Jika kamu udah lebih serius dalam melakukan investasi reksadana saham, coba kamu perhatikan AUM nya. AUM itu merupakan jumlah dana kelolaan yang dikelola oleh manajer investasi tersebut. Lalu perhatikan juga standar deviasi. Sharpe ratio. Draw down. Draw down period.

Kalau untuk saham, kamu bisa menginvestasikan uangmu di perusahaan yang kamu kenal. Misalnya apa bank yang kamu pakai, makanan yang sering kamu konsumsi dll. Kalau kamu udah lebih serius dengan investasi saham, kamu bisa semakin mempelajari analisis teknikal dan juga analisis fundamentalnya. Misalnya value investing.

  1. Bagaimana sih cara beli saham atau reksadana saham?
    Untuk reksadana kamu bisa daftar di APERT yaitu agen penjual efek reksadana yang ada di bank atau aset manajemen. Atau juga online seperti bareksa. Kalau mau beli saham, kamu harus buka rekening investasi di perusahaan sekuritas.

Terakhir pertanyaan yang paling sering ditanyakan itu adalah : Mana sih yang lebih bagus? Reksadana saham atau saham ya?
Jawabannya adalah sama-sama bagus, tergantung tujuan kamu, jangan pernah maniak dengan 1 produk investasi. Karena produk investasi itu adalah kendaraan untuk mewujudkan menara keuangan kamu. Jadi kamu fokus dulu ke tujuan keuangan kamu dan juga manajemen resikonya.

Bagi yang membutuhkan aplikasi keuangan dan juga jasa perencanaan keuangan bisa komen di bawah ya.

Background photo created by denamorado – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *